Utusan Khusus PBB untuk Myanmar Noeleen Heyzer (tengah) memulai rangkaian pertemuan dengan junta Myanmar pada Rabu, 17 Agustus 2022. (Myanmar's Military Information Team/AFP -)
Utusan Khusus PBB untuk Myanmar Noeleen Heyzer (tengah) memulai rangkaian pertemuan dengan junta Myanmar pada Rabu, 17 Agustus 2022. (Myanmar's Military Information Team/AFP -)

Ke Myanmar, Utusan PBB Desak Junta Bebaskan Tahanan Politik

Marcheilla Ariesta • 18 Agustus 2022 11:15
Yangon: Seorang pejabat Senior PBB mendesak penguasa militer Myanmar, Min Aung Hlaing untuk membebaskan tahanan politik dan menghentikan eksekusi. Ia menyampaikannya dalam kunjungan di tengah meningkatnya kekerasan di negara itu.
 
Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemerintah terpilih yang dipimpin oleh peraih Nobel Aung San Suu Kyi awal tahun lalu. Mereka juga melancarkan tindakan keras terhadap protes damai dan gerakan perlawanan bersenjata yang mengikutinya,
 
Noeleen Heyzer tiba di ibu kota Naypyidaw pada Selasa malam dan disambut oleh pejabat kementerian luar negeri. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kunjungan saya untuk menyampaikan keprihatinan PBB dan mengusulkan langkah-langkah konkret yang diperlukan untuk mengurangi konflik dan penderitaan rakyat. Keterlibatan PBB sama sekali tidak memberikan legitimasi," kata Heyzer dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh PBB, dilansir dari Channel News Asia, Kamis, 18 Agustus 2022.
 
Baca juga: Utusan Khusus PBB Memulai Dialog dengan Junta Myanmar
 
Juru bicara junta Myanmar tidak menanggapi permintaan komentar mengenai pertemuan itu. Televisi pemerintah Myanmar MRTV melaporkan bahwa kedunya membahas hubungan antara Myanmar dan PBB tanpa menjelaskan lebih lanjut.
 
Kecaman global terbaru diberikan kepada junta Myanmar usai mengeksekusi empat aktivis demokrasi. 
 
Pengadilan Myanmar juga telah menjatuhkan hukuman penjara yang lama kepada tahanan politik. Kunjungan Heyzer terjadi hanya sehari setelah pengadilan menjatuhkan hukuman enam tahun penjara kepada pemimpin terguling negara itu Aung San Suu Kyi atas tuduhan korupsi yang menurut para kritikus dibuat-buat.
 
Heyzer menekan Min Aung Hlaing untuk memberlakukan moratorium eksekusi di masa depan dan membebaskan semua tahanan politik. Dia juga meminta pertemuan dengan Aung San Suu Kyi dan meminta pembebasan salah satu penasihatnya, ekonom Australia Sean Turnell, yang ditahan selama kudeta pada Februari 2021.
 
"Saya ingin memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya (Aung San Suu Kyi) sesegera mungkin. Dia adalah pemangku kepentingan penting untuk dialog saya dengan semua pihak terkait," kata Heyzer.
 
Aung San Suu Kyi (77) yang ditahan di sel isolasi di penjara Naypyidaw, telah didakwa dengan setidaknya 18 pelanggaran mulai dari korupsi hingga pelanggaran pemilu, dengan ancaman hukuman penjara maksimum gabungan hampir 190 tahun.
 
Namun, juru bicara militer Myanmar Zaw Min Tun mengatakan, mereka tidak akan mengizinkan siapa pun untuk bertemu orang-orang yang menghadapi tuntutan pidana.
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif