Mahathir Mohamad melawan pemecatan terhadap dirinya dari Partai Bersatu. Foto: AFP
Mahathir Mohamad melawan pemecatan terhadap dirinya dari Partai Bersatu. Foto: AFP

Mahathir Tegaskan Tak Ingin Lagi Jadi Perdana Menteri Malaysia

Fajar Nugraha • 19 Agustus 2021 08:59
Kuala Lumpur: Ketua Parti Pejuang Tanah Air (Pejuang) Tun Dr Mahathir Mohamad mengatakan dia tidak tertarik menjadi Perdana Menteri Malaysia untuk ketiga kalinya. Dia menegaskan hanya ingin memimpin Dewan Operasi Nasional (Mageran) yang dia usulkan.
 
Dalam wawancara dengan Bernama TV Rabu 18 Agustus 2021 malam waktu setempat, mantan perdana menteri dua kali itu mengatakan dia juga tidak menginginkan posisi Kabinet apa pun.
 
“Saya tidak tertarik dengan Kabinet. Saya hanya ingin memiliki kekuatan untuk mengatasi masalah covid-19,” katanya ketika ditanya apakah akan bergabung dengan koalisi Pakatan Harapan (PH) Plus, jika itu membentuk pemerintahan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak. Bukan menjadi perdana menteri, hanya ingin menjadi ketua Mageran, atau Dewan Rehabilitasi Nasional,” tegasnya, seperti dikutip dari Malay Mail, Kamis 19 Agustus 2021.
 
“Namun, apapun yang kami putuskan, pemerintah harus menerima mereka. Beri kami kekuatan. Hanya itu,” kata Mahathir ketika diminta untuk menjelaskan jenis kekuasaan apa yang dia cari, dan apakah dia ingin menjadi perdana menteri lagi.
 
Dia mengatakan dia khawatir karena banyak yang meninggal akibat covid-19, sementara bunuh diri juga meningkat.
 
“Pertanyaan menjadi perdana menteri tidak penting. Yang penting menangani masalah yang kita hadapi, yaitu pandemi covid-19 ini,” ujarnya.
 
Ketika ditanya berapa lama dia ingin dewan yang dia usulkan untuk beroperasi, Dr Mahathir berkata: “Sampai kita semua aman dari covid-19 ini.”
 
Dia menambahkan bahwa dia tidak dapat memberikan jangka waktu tertentu karena covid-19 adalah pandemi yang berkembang. Dr Mahathir menyesalkan bahwa dia telah mengusulkan gagasan itu ketika jumlah kasus infeksi berkisar sekitar 2.000 per hari, tetapi diabaikan.
 
Pada 10 Juni, Dr Mahathir mengatakan dia mengusulkan Mageran kepada Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah Ahmad Shah selama audiensi, sebagai solusi potensial untuk masalah yang dihadapi Malaysia saat ini.
 
Ia mengatakan, usulan tersebut disampaikan kepada Raja Malaysia sebagai salah satu cara untuk mempertimbangkan saran dari pihak-pihak yang tidak berada di pemerintahan dalam mengatasi masalah sosial, ekonomi, politik, dan lainnya yang ditimbulkan oleh pandemi covid-19.
 
Berbicara dalam konferensi pers virtual, dia mengatakan partai memiliki beberapa solusi sendiri yang dapat mengatasi masalah ini, meskipun solusi ini tidak dapat terungkap kecuali partai memiliki jalan untuk menyuarakan proposalnya.
 
Mahathir terus mendorong Mageran, tetapi kemudian menyarankan agar dinamai Dewan Rehabilitasi Nasional untuk netralitas. Dia mengatakan bahwa dewan tersebut akan apolitis, berada langsung di bawah Yang di-Pertuan Agong, dan berakhir setelah Malaysia mencapai kekebalan kelompok terhadap covid-19.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif