Presiden Asian African Youth Goverment (AAYG), Respiratori Saddam Al-Jihad. Dok. Istimewa
Presiden Asian African Youth Goverment (AAYG), Respiratori Saddam Al-Jihad. Dok. Istimewa

Presiden AAYG: AUKUS Diperlukan untuk Menjaga Perimbangan di Indo-Pasifik

Achmad Zulfikar Fazli • 01 Januari 2022 14:30
Jakarta: Presiden Asian African Youth Goverment (AAYG), Respiratori Saddam Al-Jihad, merespons positif kemunculan AUKUS atau kerja sama pertahanan yang dibuat Australia, Inggris, dan Amerika Serikat. Dia berharap AUKUS bisa memperkuat stabilitas kawasan di Indo-Pasifik.
 
"Indo-Pasifik memerlukan kekuatan luar untuk mengimbangi agresivitas China, karena dalam sejarah dunia negara yang agresif atau dominan cenderung memicu lahirnya konflik atau perang," ujar Saddam saat dihubungi, Sabtu, 1 Januari 2022.
 
Dia mengatakan pro dan kontra terkait kemunculan AUKUS di Indo-Pasifik adalah sesuatu yang wajar. Terlebih, kekhawatiran tersebut menyangkut stabilitas keamanan kawasan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tetapi, selama itu bertujuan menjaga perdamaian dan adanya komitmen aktivitas non agresivitas, saya kira no problem," ucap dia.
 
AAYG menyarakan negara-negara yang tergabung dalam aliansi AUKUS menjalin komunikasi ke negara-negara Indo-Pasifik. Sehingga, AUKUS bisa diterima dan didukung.
 
"Terpenting adalah komunikasi atau penjelasan rasionalisasi kehadiran AUKUS. Selain memperkuat postur pertahanan khususnya Australia, juga perlu penjelasan yang dapat diterima tentang stabilitas kawasan dan manfaat lain bagi negara anggota kawasan," kata Saddam.
 
Baca: Blinken Sebut AUKUS Hanya Tambahan dari Kemitraan Lain di Indo-Pasifik
 
AUKUS pertama kali diumumkan pembentukannya pada 15 September 2021. Pada 11 November 2021, Australia secara resmi membentuk program kapal selam nuklir.
 
Program kapal selam nuklir ditandai dengan penandatanganan perjanjian yang mengizinkan pertukaran informasi penggerak nuklir Angkatan laut di antara ketiga negara. Di antaranya melibatkan Australia yang diwakili Menteri Pertahanan Peter Dutton, AS melalui Kuasa Usaha AS Michael Goldman, dan Inggris lewat Komisaris Tinggi (Duta Besar) Inggris Victoria Treadell.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif