Sebuah sesi sedang berlangsung di Dewan HAM PBB di Jenewa. (AFP)
Sebuah sesi sedang berlangsung di Dewan HAM PBB di Jenewa. (AFP)

Rusia Ditangguhkan dari Dewan HAM PBB, AAYG Soroti Pelanggaran AS dan Israel

Internasional Amerika Serikat ukraina pbb rusia Israel Rusia-Ukraina Dewan HAM PBB Perang Rusia-Ukraina
Marcheilla Ariesta • 18 April 2022 13:53
Jakarta: Keanggotaan Rusia di Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB telah ditangguhkan atas berbagai pelanggaran, termasuk dugaan 'pembantaian' di kota Bucha, Ukraina. Rusia dinilai sudah tidak sejalan lagi dengan prinsip-prinsip dasar di Dewan HAM PBB.
 
Presiden Asian African Youth Government (AAYG) Saddam Al-Jihad mengomentari hal tersebut, dan memandang adanya ketidakadilan.
 
Dalam pernyataannya, Senin, 18 April 2022, Saddam mengatakan, Amerika Serikat (AS) justru merupakan negara yang gencar melakukan pelanggaran HAM di berbagai negara, terutama di kawasan Timur Tengah. Ia juga menyalahkan sekutu AS, Israel, atas penjajahan di Palestina hingga saat ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Amerika dan Israel juga harus dihukum total atas apa yang telah mereka lakukan sejauh ini," tegas Saddam.
 
"Berapa banyak orang yang menjadi korban ambisi ekonomi dan kekuasaan Amerika seperti di Irak, Suriah, dan Afghanistan. Berapa banyak orang Palestina yang meninggal dan mengungsi akibat pendudukan Israel," serunya.
 
Saddam mengatakan, dikeluarkannya Rusia dari Dewan HAM PBB merupakan bentuk ketidakadilan. Menurut dia, Amerika dan sekutunya cenderung semakin menunjukkan ambisi hegemoni terhadap dunia.
 
"Ketika negara-negara seperti Tiongkok dan Rusia bangkit bersaing di berbagai sektor, Amerika tidak terima. Perang antara Rusia dan Ukraina menjadi instrumen untuk menjatuhkan Rusia berupa sanksi ekonomi dan dikeluarkan dari Dewan HAM PBB," ucapnya.
 
Ia mengajak seluruh negara di Asia dan Afrika mengutamakan objektivitas dan keadilan dalam mengambil keputusan dalam rangka memperingati Konferensi Asia Afrika (KAA) setiap 18-24 April. Saddam juga meminta negara lain yang terbukti melakukan kejahatan HAM seperti AS dan Israel diberikan sanksi.
 
"Pemerintah negara-negara di Asia dan Afrika harus membangun kolektivitas untuk memperjuangkan keadilan di dunia internasional sebagai Prinsip Dasasila Bandung. Bukan karena memenuhi kepentingan Amerika, maka yang salah dikatakan benar," kata Saddam.
 
"Kami sangat mendukung negara-negara yang menolak dan abstain dari kasus tersebut, termasuk Indonesia dalam penangguhan Rusia. Selamat memperingati hari Konferensi Asia Afrika," sambungnya.
 
Rusia diskors dari keanggotaan Dewan HAM PBB setelah Majelis Umum memilih untuk mengadopsi resolusi yang digerakkan AS pada 7 April lalu. Resolusi tersebut berjudul, 'Penangguhan Hak Keanggotaan Federasi Rusia di Dewan Hak Asasi Manusia'.
 
Resolusi tersebut diadopsi dengan 93 suara dukungan, 24 menentang, dan 58 abstain termasuk Indonesia.
 
Baca:  Alasan Indonesia Abstain saat Voting Penangguhan Rusia dari Dewan HAM PBB

 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif