Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Duta Besar Arrmanatha Nasir. Foto: PTRI New York
Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Duta Besar Arrmanatha Nasir. Foto: PTRI New York

Alasan Indonesia Abstain saat Voting Penangguhan Rusia dari Dewan HAM PBB

Fajar Nugraha • 08 April 2022 15:49
New York: Indonesia memilih abstain ketika Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan voting untuk memilih menangguhkan Rusia dari Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB. Indonesia termasuk dalam 58 negara yang memutuskan abstain.
 
Pemungutan suara yang dipimpin Amerika Serikat (AS) mengumpulkan 93 suara mendukung, sementara 24 negara memilih menolak dan 58 negara abstain. Dua pertiga mayoritas anggota pemungutan suara di Majelis Umum beranggotakan 193 orang di New York -,abstain tidak dihitung,- diperlukan untuk menangguhkan Rusia dari 47 anggota Dewan Hak Asasi Manusia yang berbasis di Jenewa.
 
Baca: PBB Tangguhkan Keanggotaan Rusia di Dewan HAM, Indonesia Pilih Abstain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Apa alasan dari Indonesia memilih untuk abstain? Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Arrmanatha Nasir menjelaskan hal tersebut.
 
“Dalam explanation of vote, Indonesia menegaskan bahwa pihak yang bertanggung jawab atas pelanggaran HAM di Ukraina harus dimintai pertanggungjawaban dan dibawa ke pengadilan,” ujar Dubes Arrmanatha Nasir, kepada Medcom.id, Jumat 8 April 2022.
 
“Oleh karena itu Independent International Commission of Inquiry (Komisi Penyelidikan Independen Internasional) yang telah dibentuk Dewan HAM di Jenewa, melalui Resolusi 49/1 -,pada 4 April 2022 lalu,- harus didukung dan diberi akses untuk dapat melaksanakan mandatnya,” imbuhnya.
 
Menurut Dubes Arrmanatha, Independent International Commission of Inquiry ini perlu diberi kesempatan untuk bekerja secara obyektif dan transparan, serta melaporkan hasil temuannya.
 
Mantan Dubes RI untuk Prancis itu mengatakan, Majelis Umum PBB perlu bersikap hati-hati, dan tidak mencabut hak sah anggotanya sebelum mempunyai seluruh fakta yang ada.
 
Baca: Ditangguhkan dari Keanggotaan Dewan HAM PBB, Rusia Memilih Keluar.
 
Dia kemudian menegaskan bahwa Majelis Umum PBB tidak boleh menciptakan preseden negatif yang dapat merusak kredibilitasnya sebagai badan yang terhormat.
 
“Tapi intinya adalah proses investigasi baru mulai dilakukan dan belum ada hasil yang disampaikan oleh Dewan HAM,” tegas Dubes Arrmanatha.
 
Sementara pihak Rusia beberapa saat setelah pemungutan suara mengecam keputusan itu. “Hasil itu sebagai langkah yang tidak sah dan bermotivasi politik. Rusia telah memutuskan untuk keluar dari dewan hak asasi manusia sama sekali,” tegas Kuzmin.
 
Namun Duta Besar Ukraina untuk PBB Sergiy Kyslytsya membalas. “Anda tidak mengajukan pengunduran diri setelah Anda dipecat,” pungkas Kyslytsya.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif