Pasukan junta Myanmar dituduh bakar rumah warga di dua desa di wilayah Sagaing. Foto: AFP
Pasukan junta Myanmar dituduh bakar rumah warga di dua desa di wilayah Sagaing. Foto: AFP

Ratusan Rumah Warga Diduga Dibakar Pasukan Junta Myanmar

Fajar Nugraha • 05 Februari 2022 22:16
Yangon: Penduduk desa Myanmar dan pejuang anti-kudeta menuduh pasukan membakar ratusan rumah di barat laut negara itu. Junta diketahui berusaha menghancurkan perlawanan terhadap kekuasaannya.
 
Protes massal terhadap kudeta tahun lalu telah dibalas dengan tindakan keras militer yang brutal. Pada akhirnya kekerasan telah berkobar di seluruh Myanmar ketika warga sipil membentuk "pasukan pertahanan rakyat" (PDF) untuk menentang junta.
 
Seorang wanita dari Desa Bin di wilayah Sagaing, yang telah menyaksikan bentrokan baru-baru ini mengatakan, pasukan telah tiba pada dini Senin 31 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka menembakkan artileri dan menembakkan senjata sebelum masuk," katanya pada Jumat 4 Februari 2022, menambahkan bahwa suara itu telah membuat penduduk desa melarikan diri.
 
Baca: DK PBB Serukan Penghentian Kekerasan di Myanmar.
 
Pasukan kemudian membakar sekitar 200 rumah, termasuk rumahnya sendiri, kata warga yang meminta namanya tidak disebut itu.
 
"Kami tidak bisa membawa apa-apa. Kami hanya membawa beberapa pakaian hangat, lalu kami kabur begitu saja,” ujarnya, seperti dikutip AFP, Sabtu 5 Februari 2022.
 
Pasukan juga membakar rumah-rumah di dekat desa Inn Ma Hte setelah milisi pro-junta lokal diserang oleh pejuang anti-kudeta yang kemudian melarikan diri, menurut salah satu pemberontak.
 
"Ketika PDF meninggalkan desa, tentara membakarnya," kata pejuang itu, seraya menambahkan bahwa 600 rumah telah dibakar.
 
Media lokal juga melaporkan bahwa ratusan rumah telah diratakan di dua desa, dan gambar yang diperoleh AFP yang mengaku sebagai desa Bin menunjukkan sisa-sisa puluhan bangunan yang terbakar.
 
AFP tidak dapat secara independen memverifikasi laporan dari daerah terpencil itu.
 
Kebakaran menghanguskan properti, sepeda motor dan gerobak, kata penduduk setempat lainnya yang membantu mengoordinasikan bantuan bagi mereka yang mengungsi dari Inn Ma Hte.
 
"Bagi mereka, akan sulit untuk mendapatkan kembali mata pencaharian mereka,"  ujar seorang penduduk.
 
TV yang dikelola pemerintah memuat laporan pada Kamis yang menuduh pejuang PDF memulai kebakaran, dan menerbitkan gambar yang diklaim menunjukkan bangunan yang terbakar dihancurkan oleh ‘teroris’.
 
Myanmar telah berada dalam kekacauan sejak kudeta Februari lalu, dengan lebih dari 1.500 orang tewas dalam tindakan keras terhadap perbedaan pendapat, menurut kelompok pemantau lokal.
 
Pada Agustus junta mengatakan sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan milisi desa untuk memerangi oposisi terhadap kekuasaannya, karena berjuang untuk menegaskan kontrol atas petak-petak negara. Sagaing menjadi saksi bentrokan reguler dan pembalasan berdarah.
 
Pada pertengahan Desember, Amerika Serikat dan PBB mengutuk junta atas apa yang digambarkan Washington sebagai laporan "kredibel dan memuakkan" tentang pembunuhan 11 penduduk desa, termasuk anak-anak, di wilayah Sagaing.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif