Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob berjanji bahwa relaksasi progresif pembatasan pandemi tidak akan dibalik, bahkan jika ada lonjakan infeksi.
"Saya ingin meyakinkan semua orang bahwa bisnis dan mata pencaharian akan berjalan normal. Kalaupun kasusnya naik, kami hanya akan fokus (pembatasan) untuk area tertentu," katanya dilansir dari The Straits Times.
"Pembukaan kembali akan terus dilakukan meskipun ada lonjakan, tapi kami dapat memastikan tidak ada penutupan sama sekali jika mematuhi prosedur," lanjut Ismail Sabri.
Ia mengatakan, warga Malaysia yang divaksinasi lengkap, bersama anak-anak mereka, akan diizinkan melakukan perjalanan domestik ke seluruh negeri.
Bahkan, mereka bisa jalan-jalan ke luar negeri. Tapi, karantina wajib 14 hari tetap berlaku bagi siapapun yang memasuki Malaysia.
Sementara dimulainya kembali perjalanan setelah tingkat vaksinasi orang dewasa mencapai 90 persen telah dijanjikan oleh pemerintah sejak bulan lalu, perdana menteri mengatakan bahwa perbatasan Malaysia belum dibuka untuk turis asing.
Baca juga: Malaysia Izinkan Perjalanan Jika Vaksinasi Lengkap Capai 90 Persen
"Gerbang kami belum terbuka (untuk turis), kecuali untuk keadaan darurat, bisnis, dan tujuan resmi," lanjut Ismail Sabri.
Ia menambahkan, kementerian kesehatan sedang menilai negara mana yang aman sebelum pengumuman dibuat.
Meski demikian, jaga jarak fisik dan pemakaian masker masih akan ditegakkan di Negeri Jiran. Ia juga mendorong para pelancong melakukan tes mandiri sebelum memulai perjalanan, meski tidak diwajibkan pemerintah.
Sementara 90 persen orang dewasa telah divaksinasi lengkap, angka untuk seluruh populasi hanya lebih dari 65 persen. Malaysia baru menginokulasi anak-anak berusia 12 hingga 17 bulan lalu.
Pihak berwenang mendefinisikan orang sebagai diimunisasi lengkap 14 hari setelah mereka menyelesaikan suntikan kedua mereka, atau 28 hari dalam kasus vaksin dosis tunggal.
Infeksi harian di Malaysia telah turun dari puncak 24.599 enam minggu lalu menjadi angka empat digit minggu lalu. Kematian yang dilaporkan setiap hari juga sangat berkurang dari lebih dari 400 dua bulan lalu menjadi rata-rata saat ini sekitar 100.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News