PM Thailand Prayuth Chan-ocha ditangguhkan sementara dari jabatannya pada Agustus 2022. (AFP)
PM Thailand Prayuth Chan-ocha ditangguhkan sementara dari jabatannya pada Agustus 2022. (AFP)

Nasib Kepemimpinan PM Thailand akan Diumumkan 30 September Mendatang

Marcheilla Ariesta • 14 September 2022 16:09
Bangkok: Mahkamah Konstitusi Thailand menetapkan 30 September sebagai tanggal untuk memberikan putusannya atas masa jabatan Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha. Putusan tersebut diberikan lantaran ia telah melampaui batas delapan tahun sebagai perdana menteri.
 
Prayuth, yang merebut kekuasaan dalam kudeta 2014, diskors sementara pengadilan atas kasus yang diajukan partai oposisi Pheu Thai. Oposisi berpendapat, seharusnya Prayuth sudah meninggalkan jabatannya bulan lalu.
 
Mantan panglima militer itu masih aktif di jabatan menteri pertahanannya,  dan dapat kembali sebagai perdana menteri jika pengadilan memutuskan bahwa pemerintahannya belum mencapai usia delapan tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wakil Prayuth, Prawit Wongsuwan, menjabat sebagai perdana menteri sementara. Prayuth, 68, tidak memberikan pendapat tentang kasus ini, dan mengatakan ia akan menghormati apa pun hasilnya.
 
Anucha Burapachaisri, juru bicara pemerintah, mengatakan putusan itu menjadi kesempatan untuk mendapat kejelasan. "Saya mengimbau masyarakat untuk menunggu dan melihat serta menghormati hasilnya," kata Anucha, dilansir dari Malay Mail, Rabu, 14 September 2022.
 
Pengadilan harus memutuskan apakah delapan tahun juga mencakup waktu Prayuth sebagai pemimpin administrasi militer yang ia lantik setelah menggulingkan pemerintah Pheu Thai.
 
Beberapa pendukungnya berpendapat delapan tahun harus dihitung setelah 2017, ketika konstitusi baru mulai berlaku, atau bahkan dari 2019, ketika pemilihan umum diadakan dan parlemen baru memilihnya untuk memimpin pemerintahan koalisi.
 
Sebuah survei yang diambil pada 2-4 Agustus terhadap 1.312 orang oleh Institut Nasional Administrasi Pembangunan menunjukkan, hampir dua pertiga orang di Thailand ingin Prayuth meninggalkan kantor perdana menteri. Sementara sepertiga lainnya ingin menunggu keputusan pengadilan.
 
Baca:  Mahkamah Konstitusi Minta Lebih Banyak Bukti untuk Hentikan Masa Jabatan PM Thailand
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif