Warga memeriksa sebuah rumah yang rusak terkena serangan udara Israel di kota Rafah, Jalur Gaza pada Minggu, 16 Mei 2021. (SAID KHATIB / AFP)
Warga memeriksa sebuah rumah yang rusak terkena serangan udara Israel di kota Rafah, Jalur Gaza pada Minggu, 16 Mei 2021. (SAID KHATIB / AFP)

Bersama Malaysia dan Brunei, Indonesia Kecam Agresi Israel

Internasional Palestina israel palestina Joko Widodo Israel brunei darussalam Muhyiddin Yasin
Willy Haryono • 16 Mei 2021 20:45
Jakarta: Presiden Joko Widodo bersama Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin dan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah merilis pernyataan gabungan mengenai ketegangan terkini antara Palestina dan Israel. Pertempuran antar kedua kubu telah menelan banyak korban jiwa, termasuk dari kalangan masyarakat sipil.
 
"Kami mengecam keras berulangnya pelanggaran dan agresi Israel terhadap warga sipil di Wilayah Pendudukan Palestina, terutama di Yerusalem Timur dan Jalur Gaza, yang telah menewaskan dan melukai banyak orang, termasuk perempuan dan anak-anak," ungkap pernyataan gabungan pemimpin tiga negara yang dimuat di akun Twitter Presiden Jokowi pada Minggu malam, 16 Mei 2021.
 
Ketiga pemimpin juga mengecam perluasan permukiman ilegal Israel, penghancuran atau penyitaan struktur milik Palestina di sepanjang Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, ketiga pemimpin juga mengecam pelanggaran aturan internasional, termasuk hukum kemanusiaan dan hak asasi manusia, yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina.
 
Aksi saling serang antara pasukan Israel dan pejuang Palestina di Jalur Gaza masih berlangsung hingga saat ini. Menurut data terbaru Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya 174 orang, termasuk 47 anak-anak dan 29 perempuan, tewas dalam serangan udara Israel.
 
Sementara di kubu Israel, tercatat ada 10 kematian dengan dua di antaranya adalah anak-anak.
 
"Kami meminta semua kubu untuk menahan diri secara maksimal, berhenti menyerang warga sipil, mengambil langkah-langkah untuk menurunkan ketegangan, dan mematuhi aturan internasional," ucap ketiga pemimpin.
 
Selain itu, ketiga pemimpin juga meminta kubu-kubu bertikai menerima kehadiran internasional untuk sementara di kota Al-Quds yang bertugas memantau penurunan aksi kekerasan di Wilayah Pendudukan Palestina.
 
Hari ini, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menggelar pertemuan mengenai isu Palestina-Israel. Diharapkan pertemuan ini dapat menelurkan hasil berarti, termasuk gencatan senjata.
 
Baca:  Indonesia Minta OKI Upayakan Gencatan Senjata Palestina-Israel
 
 

Mengenai DK PBB, ketiga pemimpin meminta badan internasional tersebut untuk bertindak cepat dan mengambi langkah-langkah tertentu untuk memastikan keamanan dan perlindungan warga sipil Palestina di seluruh Wilayah Pendudukan Palestina.
 
"DK PBB memiliki tanggung jawab khusus untuk menyerukan penghentian segala aksi kekerasan dan memenuhi tugasnya dalam menegakkan perdamaian internasional," tutur ketiga pemimpin.
 
Tidak hanya DK PBB, ketiga pemimpin juga meminta Majelis Umum PBB untuk menggelar sesi darurat dalam membahas perkembangan terkini di Timur Tengah. Nantinya pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan Resolusi Persatuan untuk Perdamaian yang berisi pandangan untuk mengakhiri kekejaman terhadap masyarakat Palestina.
 
Komunitas internasional, lanjut ketiga pemimpin, diminta untuk tetap berpegang pada komitmen menjaga "Solusi Dua Negara" menuju terbentuknya negara independen Palestina berdasarkan perbatasan pra-1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
 
"Kami menekankan kembali solidaritas terhadap masyarakat Palestina, termasuk hak mereka dalam menentukan nasib sendiri, dan penciptaan negara independen dan berdaulat Palestina," sebut ketiga pemimpin.
 
"Kami siap mendukung upaya internasional dalam mencapai perdamaian komprehensif, adil, dan abadi di Timur Tengah berbasis resolusi-resolusi PBB dan aturan internasional, termasuk hukum kemanusiaan," pungkas mereka.
 
(WIL)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif