Presiden Joko Widodo bersama Menlu Retno Marsudi dalam rangkaian KTT ASEAN, Rabu, 27 Oktober 2021. (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo bersama Menlu Retno Marsudi dalam rangkaian KTT ASEAN, Rabu, 27 Oktober 2021. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jepang Diharapkan Dukung Forum Infrastruktur Indo-Pasifik di Tahun 2023

Marcheilla Ariesta • 27 Oktober 2021 18:18
Jakarta: Jepang merupakan mitra terbesar ASEAN di bidang infrastruktur. Karena itu, Presiden Joko Widodo menyampaikan mengenai pentingnya kerja sama konektivitas dan infrastruktur sebagai fokus kerja sama ASEAN-Jepang.
 
"ASEAN-Jepang memiliki pengalaman kerja sama yang cukup panjang dalam pembangunan infrastruktur," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pernyataan pers, Rabu, 27 Oktober 2021.
 
Ia mengatakan, infrastruktur dan konektivitas merupakan salah satu prioritas kerja sama konkret di bawah ASEAN Outlook on the Indo-Pacific. Indonesia berencana akan menggelar Forum Infrastruktur Indo-Pasifik pada 2023 saat keketuaan Indonesia di ASEAN.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Indonesia yakin bahwa Jepang akan mendukung penyelenggaraan forum tersebut," ucap Menlu Retno.
 
Dari data yang ada, lanjut Menlu Retno, setidaknya Jepang memiliki beberapa proyek yang sedang berjalan di sejumlah negara ASEAN, termasuk Indonesia. Nilai proyek tersebut mencapai USD259 miliar.
 
"Infrastruktur memiliki potensi besar untuk menggerakkan roda perekonomian kawasan, serta menyerap banyak tenaga kerja," lanjutnya.
 
Baca:  RI Yakinkan Pandangan Indo-Pasifik ASEAN Lebih Utamakan Dialog dan Kolaborasi
 
Kemitraan dengan sektor swasta Jepang juga penting, khususnya dalam hal transfer ilmu dan teknologi, serta mobilisasi pembiayaan. Menlu Retno menuturkan, negara ASEAN akan terus memperkuat pembangunan infrastruktur untuk memfasilitasi kebangkitan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan kawasan.
 
Sementara itu, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan bahwa Negeri Sakura mendukung implementasi kerja sama konkret dalam konteks ASEAN Outlook on the Indo-Pacific.
 
Tokyo juga mendukung peran ASEAN dalam implementasi 5 Poin Konsensus terkait isu Myanmar.
 
"Jepang juga berkomitmen menjadikan kawasan Indo-Pasifik sebagai kawasan yang bebas, damai, sejahtera. Perkembangan di Laut China Selatan, termasuk perundingan CoC harus sejalan dengan UNCLOS dan legitimate rights dan kepentingan negara pihak lainnya," ujar Menlu Retno.
 
Dalam pertemuan tersebut, dihasilkan dokumen berupa Chairman’s Statement of the 24th ASEAN-Japan Summit.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif