Ilustrasi ibadah haji atau umrah. (AFP)
Ilustrasi ibadah haji atau umrah. (AFP)

Masalah Vaksin Booster untuk Jemaah Umrah Indonesia Masih Dibahas

Marcheilla Ariesta • 19 Oktober 2021 17:29
Jeddah: Arab Saudi akhirnya kembali mengizinkan jemaah Indonesia untuk menunaikan ibadah umrah. Namun, teknisnya masih dalam pembicaraan dengan pemerintah Arab Saudi, termasuk dalam hal vaksin dosis ketiga atau booster.
 
Konsul Jenderal RI di Jeddah Eko Hartono mengatakan, pembahasan masih dilakukan terkait dengan vaksin booster dan isu-isu teknis lainnya.
 
Sejak awal, Arab Saudi hanya memberikan akses masuk kepada orang yang sudah divaksinasi penuh dengan menggunakan vaksin Covid-19 yang sudah disetujui pihak kerajaan. Untuk vaksin Sinovac atau Sinopharm, Arab Saudi mewajibkan adanya syarat vaksin booster untuk ibadah umrah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk umrah, sejauh ini Arab Saudi minta agar yang dapat vaksin Sinovac dan Sinopharm, dapat booster 1 kali dengan salah satu dari empat vaksin yang dipakai di Arab Saudi," kata Eko saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 19 Oktober 2021.
 
Ia menegaskan, jika tidak ada booster, maka individu tersebut akan dikarantina selama lima hari. "Kalau dapat vaksin 2 kali dengan yang dipakai Arab Saudi, maka bisa langsung umrah," lanjut dia.
 
Eko menuturkan, teknis pemberian booster masih dalam pembahasan. Rencananya, kata dia, akan diberikan empat hari sebelum keberangkatan.
 
Namun ketika ditanya lebih lanjut, Eko menuturkan bahwa bagi yang belum mendapat booster dan dikarantina, belum diketahui apakah nantinya akan diberikan suntikan ketiga atau tidak.
 
Baca juga:  Menkes Minta Vaksin Booster untuk Jemaah Umrah Tak Dipolitisasi
 
Selain itu, Eko menambahkan, jemaah Indonesia masih harus menunggu aplikasi e-visa umrah dibuka oleh Arab Saudi. "Tidak bisa seperti dulu lagi, datang dengan visa kunjungan terus umrah," terang Eko.
 
Kabar Indonesia sudah diizinkan untuk umrah disampaikan melalui nota diplomatik Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta pada Jumat, 8 Oktober.
 
Di dalam nota diplomatik juga disebutkan bahwa kedua pihak sedang dalam tahap akhir pembahasan mengenai pertukaran link teknis dengan Indonesia, yang menjelaskan informasi para pengunjung berkaitan dengan vaksin, dan akan memfasilitasi proses masuknya jamaah.
 
Selain itu, nota diplomatik juga menyebutkan mempertimbangkan untuk menetapkan masa periode karantina selama 5 hari bagi para jamaah umrah yang tidak memenuhi standar kesehatan yang dipersyaratkan terkait Covid-19.
 
"Tentunya kabar baik ini akan kita tindaklanjuti dengan pembahasan secara lebih detail mengenai teknis pelaksanaannya," ungkap Menlu Retno Marsudi kala itu.
 
Sementara itu, adapun vaksin yang diterima Arab Saudi tanpa harus booster antara lain Pfizer-BioNTech, AstraZeneca, Johnson & Johnson, dan Moderna. Sedangkan untuk Sinovac dan Sinopharm harus ada suntikan tambahan salah satu dari empat vaksin tersebut.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif