Ketua Perikatan Nasional Muhyiddin Yassin tiba di lokasi konferensi pers di Kuala Lumpur, 24 November 2022. (Arif Kartono / AFP)
Ketua Perikatan Nasional Muhyiddin Yassin tiba di lokasi konferensi pers di Kuala Lumpur, 24 November 2022. (Arif Kartono / AFP)

Kritik Muhyiddin, Deputi PM Malaysia: Berhenti Mengeluh dan Jadi Oposisi Saja!

Willy Haryono • 04 Desember 2022 19:04
Kuala Lumpur: Tan Sri Muhyiddin Yassin dan Perikatan Nasional (PN) di bawah kepemimpinannya harus belajar menjadi oposisi efektif dan berhenti mengeluh, ucap Deputi Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Zahid Hamidi.
 
Zahid, ketua Barisan Nasional (BN), mengatakan bahwa Muhyiddin harus menerima fakta bahwa dirinya sudah gagal menjadi perdana menteri.
 
Dalam sebuah unggahan di Facebook pada Minggu, 4 Desember 2022, Zahid mengatakan bahwa penunjukan posisi perdana menteri dan jajaran menteri kabinet Malaysia membutuhkan persetujuan Raja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah sempat memanggil Anwar Ibrahim dan Muhyiddin Yassin terkait pembentukan negara. Sang raja pun kemudian menyetujui Anwar Ibrahim untuk menjadi PM ke-10 Malaysia.
 
"Muhyiddin harus menghormati penunjukan ini. Tindakan Muhyiddin dan para sekutu yang mencoba memperkarakan hal ini merupakan sebuah refleksi dari wajah mereka sesungguhnya. Mereka tidak menghormati institusi Pemimpin Malaysia," sebut Zahid, dikutip dari laman The Straits Times.
 
"Mereka seharusnya malu karena terlihat begitu gila kekuasaan sehingga rela untuk mempermasalahkan keputusan Pemimpin," sambungnya.
 
Menurut Zahid, Muhyiddin dan PN seharusnya mengikuti langkah Parti Tindakan Demokratik (DAP) yang dianggap lebih mendahulukan kepentingan negara ketimbang partai atau individu. DAP menjadi bagian dari pemerintahan bersatu Malaysia di bawah PM Anwar Ibrahim.
 
Sekali lagi, Zahid mendesak Muhyiddin dan jajaran pemimpin PN untuk menghormati proses penunjukan, termasuk keputusan Raja dan Konferensi Pemimpin Malaysia.
 
Ia menekankan bahwa pemerintahan baru di Malaysia saat ini bukan Pakatan Harapan (PH), melainkan pemerintah yang terdiri dari berbagai partai.
 
"Pemerintah bersatu adalah kombinasi partai besar dan partai-partai lain yang menang pemilu dalam upaya membangun negara serta memimpin dengan lebih baik dibanding pemerintahan sebelumnya," tutur Zahid.
 
Baca:  Saifuddin Nasution Ismail, Orang Batak yang Jadi Menteri di Pemerintahan Malaysia
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif