Presiden Asian African Youth Government (AAYG) Respiratori Saddam Al-Jihad. (AAYG)
Presiden Asian African Youth Government (AAYG) Respiratori Saddam Al-Jihad. (AAYG)

AAYG: Uni Eropa Berlebihan Tuduh Rusia Dalang Krisis Pangan Dunia

Marcheilla Ariesta • 29 Juni 2022 20:36
Jakarta: Presiden Asian African Youth Government (AAYG) Respiratori Saddam Al-Jihad turut berkomentar terkait tuduhan Barat terhadap Rusia. Amerika Serikat (AS) dan sekutunya mengatakan Moskow adalah dalang krisis pangan di dunia.
 
Saddam mengatakan, Uni Eropa telah melakukan propaganda negatif dalam rangka menghancurkan nama baik Rusia di mata internasional. Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Uni Eropa hanyalah 'mitos belaka' karena bertolak belakang dari yang sebenarnya.
 
"Pertama, operasi Militer Khusus Angkatan Bersenjata Federasi Rusia di Ukraina dan Donbass mengancam pasokan pangan dunia. Padahal sebelumnya PBB telah menginformasikan tentang risiko krisis pangan dunia dua tahun yang lalu, bahkan harga tertinggi produk-produk pertanian sudah dicatat pada 2020 dan bukan gara-gara Operasi Militer Khusus," tuturnya, dikutip dari keterangan AAYG, Rabu, 29 Juni 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saddam melanjutkan, indeks harga pangan FAO naik 50 persen pada 2019 hingga 2022, sesuai dengan informasi bursa harga gandum naik 25 persen pada 2021. Menjelang Februari 2022 harganya 31-62 persen lebih tinggi dibanding harga rata-rata selama 5 tahun terakhir. Harga jagung naik 162 persen selama 2 tahun terakhir, dan Brassica napus naik 175 persen.
 
Uni Eropa juga menuduh Rusia menduduki Ukraina dan mengebom tanah pertaniannya. Mereka melakukan kampanye bahwa penanaman di Ukraina pada 2022 berada di bawah ancaman.
 
"Mitos Uni Eropa tersebut dapat dibantah dengan pemerintah Kiev mengonfirmasi bahwa kampanye penanaman pada tahun ini berlangsung di semua wilayah Ukraina. Bahkan Perdana Menteri Ukraina Denis Shmygal pada 11 Mei, 2022 mengakui 'meski ada kesulitan yang semua ketahui' para petani Ukraina 'memenuhi tugasnya', ujar Saddam.
 
Rusia juga dituduh sengaja menghancurkan sektor pertanian Ukraina, termasuk mesin pertanian, tempat penyimpanan biji dan infrastruktur sesuai. Saddam menuturkan, Komisi Eropa serta lembaga-lembaga Ukraina yang mengedepankan tuduhan tersebut tidak memberikan bukti dokumen apa pun, termasuk foto dan video.
 
"Mitos selanjutnya, yaitu Rusia memblokir pasokan biji-bijian melalui Laut Hitam. Namun faktanya, malah pemerintah Ukraina yang menghalangi kedatangan dan keluar kapal dagang dari dan ke pelabuhan-pelabuhan di pesisir Laut Hitam Ukraina," katanya.
 
Barat juga menuding Moskow menggunakan gandum sebagai senjata dan mengurangi pasokan gandum dan pupuk untuk membalas negara Barat atas sanksi mereka. Namun selama ini, seru Saddam, Rusia sebagai peserta yang bertanggung jawab di pasar pangan global, terus memenuhi kewajibannya berdasarkan kontrak internasional dalam hal pengiriman ekspor produk pertanian, pupuk, energi dan produk penting lainnya.
 
"Uni Eropa secara terbuka menggunakan topik 'tanggung jawab' Rusia atas memburuknya situasi di bidang ketahanan pangan global untuk membujuk masing-masing negara ketiga agar mendukung tindakan Barat anti-Rusia," terang Saddam.
 
Selanjutnya, sanksi Uni Eropa terhadap Rusia tidak berpengaruh pada ketahanan pangan karena sektor pertanian ekonomi Rusia bukan target restiksi Uni Eropa. Menurut Saddam, faktanya sampai saat ini Uni Eropa, AS dan mitra mereka telah menerapkan tindakan pembatasan sepihak terhadap Rusia yang besar dan belum pernah terjadi sebelumnya.
 
Ia menambahkan mitos selanjutnya, yakni operasi militer khusus Rusia di Ukraina mengakibatkan kenaikan drastis pada energi. Sebenarnya, ucap Saddam, menjelang musim semi 2021 tempat penyimpanan gas bawah tanah di Eropa ternyata hampir kosong dan Uni Eropa tidak mengambil keputusan untuk mengisi tempat penyimpanan gasnya karena menunggu harga akan turun.
 
"Akan tetapi turunnya musiman harga gas tidak terjadi. Akibatnya pada tengah 2021 di Uni Eropa ada defisit gas. Pada akhir 2021 tempat penyimpanan gas bawah tanah di Eropa terisi hanya volume minimal yang diperlukan, yaitu 72 persen,” ujarnya.
 
Ia melanjutkan, Uni Eropa menuduh Rusia menggunakan pasokan energi untuk keperluan politik. Namun sejak mulainya pasokan gas ke Eropa pada akhir 1960-an Uni Soviet dan kemudian Rusia komitmen bahwa kerja sama di bidang energi harus di luar politik.
 
"Tuduhan tak berdasar bahwa Moskow menggunakan pasokan energi untuk keperluan politik menjadi bagian dari perang informasi melawan Rusia yang tidak ada kaitan dengan kenyataan yang dimulai oleh Washington dan Brussel mengingat bahwa Washington berupaya meningkatkan pasokan LNG-nya ke Uni Eropa," katanya.
 
Saddam menekankan, selain Covid-19, sanksi sepihak dan tidak sah dari Barat melawan Rusia, termasuk rintangan untuk pembawaan kargo, kesulitan dalam pembayaran pasokan, pelarangan transaksi, masalah bea cukai menjadi faktor risiko tambahan yang menghambat keamanan pangan global.
 
Baca:  Menlu Retno Ajak Dunia Bersatu Pulihkan Rantai Pasok Pangan Global
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif