Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin. Foto: Medcom.id
Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin. Foto: Medcom.id

Pertanyakan Sikap Indonesia Atas Serangan di Gaza, Dubes Ukraina Dipanggil Kemenlu

Marcheilla Ariesta • 11 Agustus 2022 15:42
Jakarta: Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin dipanggil Kementerian Luar Negeri RI. Pemanggilan dilakukan pada 9 Agustus lalu terkait dengan pernyataannya yang mempertanyakan kebijakan luar negeri Indonesia di akun media sosial.
 
"Pada 9 Agustus 2022, Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Ngurah Swajaya telah memanggil Dubes Ukraina di Jakarta, menyampaikan ketidaksenangan pemerintah dan sekaligus mengecam postingan yang bersangkutan di media sosial yang mempertanyakan kebijakan polugri Pemerintah Indonesia," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah.
 
Dalam jumpa pers virtual, Kamis, 11 Agustus 2022, Faizasyah menegaskan yang dilakukan Dubes Hamianin bertentangan dengan kaitan pelaksanaan tugas dan misi diplomasi seorang duta besar. Menurutnya, sangat tidak bijak mempertanyakan kebijakan politik luar negeri Indonesia saat bertugas di Jakarta.
 
Baca: Kengerian Warga Gaza Terjebak Konflik Jihad Islam dan Israel

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Salah satu hal yang digarisbawahi, unggahan tersebut tidak bisa diterima dan mencederai perasaan masyarakat kita karena sudah mempertanyakan ekspresi masyarakat terkait satu isu, kemudian dibandingkan dengan yang terjadi di Ukraina," sambung Fazaisyah.
 
Kemenlu saat ini akan mengamati perubahan sikap Dubes Hamianin dalam memanfaatkan berbagai media, baik formal maupun media sosial dalam memperjuangkan kepentingan negaranya di Indonesia.
 
Pada 7 Agustus lalu, Hamianin mempertanyakan kutukan keras Indonesia atas serangan Israel di Gaza. "Bagaimana dengan kutukan keras atas serangan brutal di Ukraina selama lima bulan ini? Di mana yang tewas ratusan bahkan ribuan anak-anak, termasuk anak Muslim?" tanyanya.
 
Padahal, Indonesia sejak lama terus membantu memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Bahkan, Palestina berada di jantung politik luar negeri Indonesia.
 
Tak hanya itu, pada 8 Agustus Hamianin juga mempertanyakan cuitan Kementerian Luar Negeri Indonesia terkait dengan harapan RI dalam pertemuan ASEAN-Rusia yang dilakukan akhir pekan lalu di Kamboja.
 
"Benarkah? Apakah yang SEMUA yang Rusia lakukan ada hubungannya dengan perdamaian dan kemakmuran? Begitukah? Bukankah Rusia melanggar semua prinsip dan Piagam PBB? Bukankah Rusia telah membunuh, menyiksa dan membantai puluhan ribu orang Ukraina, termasuk anak-anak dan perempuan?" demikian ucapan Hamianin di Twitter.
 
Sementara itu, Faizasyah menegaskan, saat ini pihak Kemenlu akan terus memantau jika ada perubahan sikap pasca pemanggilan yang ditunjukkan Dubes Ukraina tersebut.
 
"Langkah selanjutnya akan dibahas internal, semua aktivitas perwakilan asing kita berikan perhatian karena dalam hubungan antarnegara berlaku azas timbal balik," katanya.
 
Ditanya terkait keputusan persona non grata terhadap Dubes Hamianin, Faizasyah menjawab, "Kita belum simpulkan sekarang, tapi kita akan ikuti dan cermati perubahan sikap yang bersangkutan dalam menjalankan misi diplomatiknya di Indonesia."
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif