Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI Sidharto Suryodipuro. Foto: Medcom.id/Marcheilla
Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI Sidharto Suryodipuro. Foto: Medcom.id/Marcheilla

Komunike Bersama ASEAN Bukan Pengakuan terhadap Junta Myanmar

Internasional Myanmar asean Kudeta Myanmar
Marcheilla Ariesta • 04 Agustus 2021 16:43
Jakarta: Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI Sidharto Suryodipuro menegaskan pertemuan tingkat menteri luar negeri ASEAN tidak bisa disebut sebagai pengakuan terhadap junta militer Myanmar. Menurutnya, ada hal berbeda dalam pertemuan tersebut.
 
"Selama ini, paragraf pembuka (hasil) Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN (AMM) dimulai dengan kata-kata 'we the ministers' (kami para menteri), namun beberapa waktu belakangan ini disebutkan dengan 'the meetings' (pertemuan ini)," ucapnya dalam jumpa pers virtual, Rabu, 4 Agustus 2021.
 
Hal ini mulai berlaku sejak kudeta militer di Myanmar 1 Februari lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak ada bentuk pengakuan, minimal pengakuan formal terhadap status kehadiran (junta Myanmar) oleh para menteri," tegasnya.
 
Baca juga: Menlu Brunei Darussalam Ditunjuk Sebagai Utusan Khusus ASEAN untuk Myanmar
 
Komunike Bersama AMM telah disepakati. Menurut Arto, pembahasan paling alot adalah mengenai Myanmar. Namun hari ini, disepakati bahwa Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam, Dato Erywan Pehin Yusof, ditunjuk sebagai utusan khusus ASEAN untuk Myanmar.
 
Ia nantinya akan melakukan tugas untuk memastikan kedamaian dan kestabilan di Myanmar, sesuai dengan lima poin konsensus yang sudah disepakati dalam pertemuan ASEAN sebelumnya pada 24 April lalu.
 
Erywan, kata Arto, akan mendapatkan akses penuh ke seluruh pihak di Myanmar. Hal tersebut sudah disetujui junta Myanmar.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif