Kepulauan Paracel di Laut China Selatan. (AFP)
Kepulauan Paracel di Laut China Selatan. (AFP)

Filipina Tingkatkan Perlindungan Nelayan di Laut China Selatan

Internasional laut china selatan tiongkok filipina filipina-tiongkok
Willy Haryono • 10 Februari 2021 12:22
Manila: Filipina akan meningkatkan kehadiran Angkatan Laut di Laut China Selatan demi melindungi semua nelayannya. Pernyataan disampaikan setelah Filipina memprotes aturan baru yang diterapkan Tiongkok mengenai wewenang penjaga pantai di perairan sengketa tersebut.
 
Dalam aturan terbaru, penjaga pantai Tiongkok dapat menaiki atau menembaki kapal asing yang dianggap telah memasuki wilayah Negeri Tirai Bambu.
 
"Kami akan meningkatkan kehadiran dengan pengerahan lebih banyak aset Angkatan Laut," ujar Letnan Jenderal Cirilito Sobejana, dikutip dari laman The Straits Times pada Rabu, 10 Februari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tapi saya tekankan sekali lagi bahwa kehadiran Angkatan Laut kami di sana bukan untuk menyatakan perang terhadap Tiongkok, melainkan hanya untuk melindungi warga kami," lanjutnya.
 
Tiongkok mengklaim hampir 90 persen wilayah di Laut China Selatan. Dalam menjaga klaimnya ini, Tiongkok mengerahkan penjaga pantai dan berpatroli di perairan tersebut pada setiap harinya.
 
Baca:  Dua Grup Kapal Induk AS Berlatih di Laut China Selatan
 
Penjaga pantai Tiongkok biasanya berpatroli dengan beberapa kapal lainnya. Sejumlah negara di sekitar Laut China Selatan mengeluhkan bahwa kapal-kapal itu kerap mengganggu aktivitas nelayan.
 
"Pernyataan Tiongkok bahwa penjaga pantai mereka dapat menembaki kapal-kapal yang memasuki wilayah mereka sangat mengkhawatirkan," tutur Sobejana.
 
"Itu merupakan pernyataan yang sangat tidak bertanggung jawab karena warga kami tidak pergi ke sana untuk berperang, tapi mencari nafkah," sambungnya.
 
Kedutan Besar Tiongkok di Manila sejauh ini belum berkomentar mengenai pernyataan Sobejana.
 
Bulan lalu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken menekankan pentingnya pakta pertahanan antara AS dan Filipina. Pakta ini akan mengatur mengenai pertahanan kedua negara, termasuk jika sewaktu-waktu Filipina diserang terkait isu Laut China Selatan.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif