Foto udara memperlihatkan wilayah pegunungan di Kalimantan Barat. (ROMEO GACAD / AFP)
Foto udara memperlihatkan wilayah pegunungan di Kalimantan Barat. (ROMEO GACAD / AFP)

Hari Gunung Internasional 2021, Berikut Sejarah Serta Tema Tahun Ini

Willy Haryono • 11 Desember 2021 15:22
Jakarta: Tanggal 11 Desember diperingati setiap tahun sebagai Hari Gunung Internasional untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia mengenai pentingnya gunung. Konservasi gunung memainkan peran krusial dalam pertumbuhan jangka panjang di semua negara.
 
Wilayah pegunungan berkisar 27 persen dari total daratan di planet Bumi. Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar 15 persen populasi dunia tinggal di wilayah pegunungan. Namun, di tengah berbagai isu lingkungan, kehidupan masyarakat pegunungan mulai terancam.
 
Oleh karena itu, PBB menetapkan 11 Desember sebagai Hari Gunung Internasional dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai ancaman terhadap pegunungan. Hari Gunung Internasional juga dirayakan untuk menyoroti pentingnya menjaga keindahan gunung di seluruh penjuru dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dilansir dari News 18, Sabtu, 11 Desember 2021, PBB mengadopsi sebuah dokumen bertajuk "Menangani Ekosistem Rentan: Pertumbuhan Pegunungan Berkelanjutan" dalam pertemuan Komisi Pertumbuhan Berkelanjutan (CSD) di tahun 1992.
 
Pembuatan dokumen tersebut menekankan pentingnya menjaga dan melindungi area pegunungan. Majelis Umum PBB menyatakan 11 Desember sebagai Hari Gunung Internasional pada 2003.
 
Setiap tahun, Hari Gunung Internasional dirayakan dengan tema spesifik. Tema tahun ini adalah "Pariwisata Gunung Berkelanjutan."
 
Gunung adalah rumah bagi seperempat hewan dan tumbuhan di planet Bumi. Gunung juga menyediakan air bersih serta makanan bagi separuh populasi dunia. Oleh karenanya, Hari Gunung Internasional juga dirayakan dalam meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga sumber daya alam.
 
Area pegunungan merupakan rumah bagi enam tanaman pangan terpenting di dunia. Gunung juga memainkan peran krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
 
Namun sayangnya, perubahan iklim dan eksploitasi berlebihan telah membuat kehidupan di area kehidupan dalam bahaya. Masyarakat yang tinggal di area pegunungan kini mengalami berbagai kesulitan, termasuk dalam memenuhi kebutuhan mereka untuk bisa tetap bertahan hidup.
 
PBB berharap lewat perayaan Hari Gunung Internasional, masyarakat dunia dapat terdorong untuk lebih melindungi area pegunungan dan juga lingkungan hidup secara keseluruhan.

Erupsi Gunung Semeru

Di tengah peringatan Hari Gunung Internasional, masyarakat Indonesia masih dirundung duka atas peristiwa erupsi Gunung Semeru pada 4 Desember lalu.
 
Hingga Jumat malam, 10 Desember 2021, jumlah korban tewas erupsi Gunung Semeru telah mencapai 45 orang. Selain itu, sembilan warga dilaporkan hilang, 19 luka berat dan 19 lainnya luka ringan.
 
Sementtara jumlah pengungsi dari erupsi Gunung Semeru mencapai 6.573 orang. Kerugian materiel meliputi 2.970 rumah dan 33 fasilitas umum. Salah satu fasilitas itu adalah Jembatan Gladak Perak yang putus.
 
Erupsi Gunung Semeru juga telah menimbulkan kerusakan lahan hingga seluas 2.417,2 hektare. Data kerusakan didapat dari citra satelit.
 
Hal tersebut menimbulkan bukaan baru aliran lava dari aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang yang tercatat sepanjang 710 meter dengan lebar 110 meter, menurut citra satelit USGS (United States Geological Survey).
 
"Terjadi perubahan di puncak Gunung Semeru, new lava flow atau aliran lava baru," kata Pelaksana tugas Kepala Pusat Riset Aplikasi Penginderaan Jauh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Rokhis Khomarudin.
 
Baca:  Seputar Vulkanisme: Pengertian, Gejala, Erupsi dan Bentuk Gunung Api
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif