PM Singapura perkirakan virus korona bisa berlansung hingga satu tahun. Foto: MCI
PM Singapura perkirakan virus korona bisa berlansung hingga satu tahun. Foto: MCI

PM Singapura Perkirakan Wabah Korona Berlanjut Selama Setahun

Internasional singapura lee hsien loong Coronavirus virus corona
Fajar Nugraha • 13 Maret 2020 11:52
Singapura: Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengatakan bawah wabah virus korona covid-19 kemungkinan akan berlanjut selama satu tahun atau lebih. Langkah-langkah ketat akan diambil oleh pihak pemerintah.
 
Baca: PM Lee: Singapura Bersiap Hadapi Gelombang Baru Korona.
 
“Wabah covid-19 akan berlanjut untuk beberapa waktu, satu tahun, dan mungkin lebih lama,” kata Perdana Menteri Lee Hsien Loong dalam pidato nasional kedua tentang situasi virus korona pada Kamis 12 Maret.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Tetapi jika warga Singapura tetap menjaga dan mengambil tindakan pencegahan praktis, negara akan dapat menjaga ekonominya berjalan dan orang-orang akan dapat melanjutkan kehidupan sehari-hari,” katanya.
 
Dalam sebuah alamat video di saluran media sosialnya, PM Lee menekankan bahwa situasi di Singapura tetap terkendali.
 
Tingkat respons wabah penyakit tidak akan ditingkatkan menjadi merah, level tertinggi. Saat ini level bahaya berada pada tingkat oranye.
 
"Kami tidak menutup kota kami seperti yang dilakukan Tiongkok, Korea Selatan atau Italia," tegas PM Lee, seperti dikutip dari The Straits Times, Jumat, 13 Maret 2020.
 
"Apa yang kami lakukan sekarang adalah merencanakan ke depan untuk beberapa langkah yang lebih ketat ini. Kami akan mencobanya, dan mempersiapkan warga Singapura di saat benar-benar perlu mengimplementasikannya,” imbuhnya.
 
Pernyataannya, muncul setelah Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan wabah itu sebagai pandemi. Ini mengikuti pidato pertamanya pada 8 Februari di mana, Singapura mungkin harus mempertimbangkan kembali strateginya jika virus itu menyebar luas.
 
Pada Kamis, PM Lee mengatakan dia ingin berbagi apa yang bisa diharapkan oleh negara dalam hal aspek medis, ekonomi dan psikologis dari pandemi. Di bidang medis, ia mencatat bahwa kasus-kasus baru terus terlihat di Singapura. Sebagian besar telah melakukan perjalanan ke luar negeri atau dapat ditelusuri ke kasus impor.
 
"Setiap kali kita bisa mengisolasi mereka, lakukan pelacakan kontak, dan karantina kontak dekat. Jadi, jumlah kita belum meledak. Tapi kita juga tidak bisa membasmi virus, meskipun kita sudah berusaha keras,” tuturnya.
 
Korban terinfeksi virus korona di seluruh dunia mencapai 128.343 orang di 115 negara. Sedangkan korban tewas mencapai 4.720 orang dan yang berhasil disembuhkan menyentuh angka 68.324 orang.
 

(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif