Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong paparkan negaranya hadapi situasi serius. Foto: MCI
Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong paparkan negaranya hadapi situasi serius. Foto: MCI

PM Lee: Singapura Bersiap Hadapi Gelombang Baru Korona

Internasional singapura Coronavirus virus corona
Marcheilla Ariesta • 13 Maret 2020 10:25
Singapura: Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengatakan negaranya menghadapi 'situasi serius' terkait penyebaran virus korona covid-19. Kemungkinan akan ada lonjakan kasus baru covid-19 di sana.
 
"Namun, situasi tetap terkendali dan Singapura tidak akan menaikkan level Kondisi Sistem Penanggulangan Penyakit (DORSCON) dari oranye ke merah," tuturnya dalam pidato yang dikutip dari The Straits Times, Jumat 13 Maret 2020.
 
Lee mengatakan meskipun Singapura dipuji dalam penanganan covid-19 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), namun negara tersebut akan tetap melihat pandemi ini sebagai situasi yang sangat serius.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami mengharapkan lebih banyak kasus impor dan karena itu, kemungkinan akan ada cluster dan gelombang infeksi baru. Kali ini datang dari banyak negara," imbuhnya.
 
Hingga Kamis kemarin, Singapura mencatat 187 kasus covid-19. Sebanyak 96 pasien telah pulih dan dipulangkan dari rumah sakit.
 
Selain itu, untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, Singapura memberlakukan pembatasan perjalanan. "Singapura harus diperketat lebih lanjut untuk sementara, meskipun kita tidak dapat sepenuhnya menutup diri dari dunia," imbuh dia.
 
Menurutnya, mereka tidak akan mengunci diri seperti yang dilakukan Tiongkok, Korea Selatan atau Italia. Dia menambahkan, akan ada beberapa langkah lebih ketat dalam pencegahan penyebaran korona lebih lanjut.
 
"Yang kami lakukan sekarang adalah merencanakan ke depan untuk beberapa langkah yang lebih ketat, mencobanya dan mempersiapkan warga Singapura ketika kami benar-benar perlu menerapkannya," seru Lee.
 
Lee menambahkan, jika kasus covid-19 lebih banyak datang, pihaknya mungkin tidak bisa mengisolasi setiap kasus seperti yang mereka lakukan sekarang. Namun, Singapura telah mengidentifikasi, mayoritas pasien hanya mengalami gejala ringan, dan yang paling berisiko adalah orang tua.
 
"Jadi dengan jumlah yang lebih besar, hal yang masuk akal adalah merumahsakitkan hanya kasus yang lebih serius, dan mendorong mereka yang memiliki gejala ringan untuk pergi ke dokter keluarga dan beristirahat di rumah, mengisolasi diri sendiri," kata Lee.
 
Menurutnya, dengan cara demikian, otoritas kesehatan bisa memfokuskan sumber daya pada mereka yang memiliki sakit parah. Langkah tersebut bisa mempercepat respons dalam menangani kasus serius.
 
"Dan mudah-mudahan dapat meminimalkan jumlah kematian," terangnya.
 
"Tapi yakinlah, setiap warga Singapura yang membutuhkan perawatan medis mendesak, baik itu covid-19 atau penyakit lain, akan dirawat," pungkasnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif