Eks PM Malaysia Najib Raza./AFP
Eks PM Malaysia Najib Raza./AFP

Pengadilan Malaysia Berikan Putusan Banding Najib Razak Bulan Depan

Marcheilla Ariesta • 23 November 2021 18:39
Kuala Lumpur: Pengadilan Malaysia akan memberikan putusannya atas banding yang diajukan mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak pada Desember mendatang. Najib konsisten membantah melakukan kesalahan.
 
Tahun lalu, Najib divonis 12 tahun penjara dan didenda USD50 juta (setara Rp713,3 miliar) setelah dinyatakan bersalah atas pelanggaran pidana, penyalahgunaan kekuasaan, dan pencucian uang karena secara ilegal menerima sekitar USD10 juta dari SRC International, bekas unit 1MDB yang sekarang sudah tidak berfungsi.
 
Ia mengajukan banding atas putusan tersebut dan bebas dengan jaminan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pengadilan Banding Malaysia akan memberikan putusan pada 8 Desember," kata kantor panitera pengadilan federal dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Channel News Asia, Selasa, 23 November 2021.
 
Ia dapat mengajukan banding lebih lanjut ke pengadilan federal jika hukumannya ditahan.
 
Meski dalam kasus hukum, Najib tetap berpengaruh dalam politik Malaysia dan populer di media sosial. Dia adalah pusat partainya, Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), yang kembali berkuasa pada Agustus setelah digulingkan dalam pemilihan tiga tahun lalu karena tuduhan korupsi yang meluas.
 
Baca juga: Najib Razak Dianggap Punya ‘Kekuataan Tertinggi’ di 1MDB
 
Anggota parlemen oposisi khawatir tuduhan korupsi terhadap para pemimpin UMNO dapat dibatalkan dengan partai kembali berkuasa.
 
Najib adalah salah satu dari beberapa pemimpin UMNO yang menghadapi tuduhan korupsi, semuanya dibawa setelah kalah dalam pemilu 2018.
 
September lalu, Najib mengaku tidak mengesampingkan pencalonan kembali ke parlemen. Namun untuk memenuhi syarat tersebut, ia harus terlebih dahulu menyelesaikan kasus hukumnya.
 
Pihak berwenang Amerika Serikat (AS) dan Malaysia mengatakan, USD4,5 miliar diyakini telah dicuri dari 1MDB, dana yang didirikan Najib untuk mempromosikan pembangunan ekonomi, dan digunakan oleh rekan-rekannya untuk membeli seni, superyacht, dan mendanai film Wolf Of Wall Street.
 
Jaksa mengatakan lebih dari USD1 miliar dana 1MDB masuk ke rekening pribadi Najib, di mana dia menghadapi total 42 tuntutan pidana. Namun, semua tuduhan tersebut ia bantah.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif