Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto: AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto: AFP

Tak Hanya G20, Jokowi dan Presiden Ukraina Bahas Upaya Cegah Krisis Pangan

Fajar Nugraha • 04 November 2022 16:08
Kyiv: Presiden Joko Widodo dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenksy melakukan pembicaraan melalui telepon pada Kamis 3 November 2022. Apa yang menjadi isu utama?
 
“Saya juga berbicara dengan Presiden Indonesia hari ini. Topiknya jelas  ini adalah KTT G20, yang akan segera dimulai. Ini adalah upaya kami untuk mencegah krisis pangan,” ujar Presiden Zelensky, dikutip dari video yang disiarkan dari situs Kepresidenan Ukraina, Jumat 4 November 202.
 
“Dan saya berterima kasih kepada Bapak Presiden atas dukungannya dalam hal ini, atas penilaian positifnya terhadap upaya kami,” ungkapnya.
 
Baca: Zelensky Tegaskan Tidak Akan Hadiri KTT G20 Jika Putin Datang.

Meskipun demikian tidak diketahui apakah Zelensky akan datang langsung pada KTT G20 di Bali pada 15-16 November mendatang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin mengatakan, Saya masih menunggu konfirmasi kunjungan Presiden saya.
 
“Bagaimanapun, dia akan hadir, secara langsung atau virtual,” tutur Dubes Vasyl.
 
Pada Kamis, 03 November 2022 Ukraina kembali melanjutkan pengiriman biji-bijian. Setelah Rusia akan melanjutkan partisipasi pada kesepakatan yang membebaskan ekspor biji-bijian dari Ukraina.
 
Disamping itu Moskow belum memutuskan apakah akan memperpanjang kesepakatan biji-bijian di luar 19 November. Pembaruan yang tertulis dalam perjanjian awal yang ditengahi oleh PBB dan Turki untuk mencegah darurat pangan global.
 
Moskow juga menuduh Inggris melatih pasukan Ukraina dalam operasi sabotase dan membantu mereka melakukan serangan akhir pekan terhadap armada Laut Hitam Rusia yang mendorong penarikannya dari perjanjian gandum.
 
"Tindakan konfrontatif seperti itu oleh Inggris dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak terduga dan berbahaya," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan.
 
Melansir dari laman Channel News Asia, Jumat, 04 November 2022 bahwa Inggris dan Ukraina sama-sama membantah tuduhan itu sebagai salah, dengan penangguhan Moskow atas kesepakatan biji-bijian menarik kecaman global karena dampaknya terhadap negara berkembang.
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif