Menlu Retno Marsudi dalam pertemuan pertama IPFD di Nusa Dua, Bali, Rabu, 7 Desember 2022. (Kemenlu RI)
Menlu Retno Marsudi dalam pertemuan pertama IPFD di Nusa Dua, Bali, Rabu, 7 Desember 2022. (Kemenlu RI)

Indonesia Ajak Negara-Negara Pasifik Tumbuh dan Sejahtera Bersama

Willy Haryono • 07 Desember 2022 15:19
Nusa Dua: Sejak delapan tahun terakhir, salah satu prioritas politik luar negeri Indonesia adalah memperkuat hubungan dengan negara-negara Pasifik. Penguatan perlu dilakukan Indonesia sebagai bagian dari satu keluarga besar di kawasan Pasifik.
 
Sebagai wujud nyata komitmen meningkatkan hubungan dengan Pasifik, Indonesia menggelar Indonesia-Pacific Forum for Development (IPFD) untuk kali pertama tahun ini.
 
Melalui tema "Grow and Prosper Together," Indonesia mengajak negara-negara Pasifik untuk tumbuh serta sejahtera bersama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"IPFD diselenggarakan sebagai manifestasi komitmen Indonesia untuk meningkatkan kerja sama, termasuk kerja sama pembangunan dengan negara-negara Pasifik," ujar Menlu Retno kepada awak media di Nusa Dua, Bali, Rabu, 7 Desember 2022.
 
"Dengan visi Pacific Elevation, Indonesia secara konsisten terus memperkuat kerja sama dengan Pasifik," sambunngnya.
 
Sebelum IPFD, Indonesia juga menggelar sejumlah pertemuan terkait negara-negara Pasifik. Pada 2019, Indonesia telah menyelenggarakan Indonesia South Pacific Forum. Di tahun 2019 dan 2021, Indonesia juga menyelenggarakan Pacific Exposition.
 
Setelah pandemi agak mereda, Menlu Retno mulai melakukan kunjungan ke beberapa negara Pasifik Selatan. September lalu, ia mengunjungi Fiji dan Kepulauan Solomon. Selama berada di Fiji, Menlu Retno melakukan pertemuan dengan Pacific Islands Forum (PIF).
 
"Dan selama presidensi Indonesia di G20, Indonesia memberikan perhatian terhadap negara-negara kepulauan kecil di Pasifik. Wakil dari PIF diundang dalam KTT G20," sebut Menlu Retno.
 
"Beberapa paragraf dalam Deklarasi para Pemimpin G20 juga didedikasikan untuk negara kepulauan kecil," lanjutnya.
 
Selain itu, sejumlah kerja sama konkret (concrete deliverables) juga didedikasikan untuk negara-negara Pasifik. Sedikitnya ada 10 proyek yang dapat dimanfaatkan negara-negara Pasifik dalam konteks G20, dua di antaranya adalah inisiatif Indonesia.
 
"Berbagai inisiatif tadi sekali lagi menunjukkan upaya nyata Indonesia untuk meningkatkan engagement dengan Pasifik," ungkap Menlu Retno.

Aksi Nyata Indonesia

Pertemuan IPFD perdana ini dihadiri 17 negara dan teritori dari Pasifik, 4 organisasi sub-regional, regional, dan multilateral serta 5 negara undangan.
 
Termasuk di antara yang hadir adalah Perdana Menteri Nieu dan 6 menteri dari Australia, Cook Islands, Micronesia, New Zealand, Papua New Guinea, dan Timor Leste serta seorang wakil menteri dari Tonga.
 
IPFD membahas dua isu utama, yaitu ?Economic Development (Pembangunan Ekonomi) dan Human Development atau People's Welfare (Pengembangan Sumber Daya Manusia)
 
Rangkaian acara IPFD juga meliputi Pacific Business Engagement yang mempertemukan kalangan bisnis Indonesia dengan kalangan bisnis dari negara-negara Pasifik. Pertemuan tidak hanya terjadi pada level antar pemerintah, tetapi juga antar sektor swasta.
 
Kamis besok, akan ada tiga lokakarya dengan topik pengurangan risiko bencana, pengembangan kapasitas untuk UMKM, dan pemberdayaan perempuan. "Ketiga isu ini merupakan beberapa tantangan utama yang harus dihadapi negara di Pasifik untuk segera pulih dari pandemi dan resesi ekonomi," sebut Menlu Retno.
 
"Dengan adanya pertemuan pada tingkat pemerintah, kemudian level pebisnis dan juga lokakarya, menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya bicara, tetapi juga melakukan aksi nyata," pungkasnya.
 
Baca:  Indonesia dan Pasifik Bersama-sama Atasi Tantangan Sebagai Satu Keluarga Besar
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif