Raja Malaysia Sultan Abdullah Shah. (AFP)
Raja Malaysia Sultan Abdullah Shah. (AFP)

Raja Malaysia Minta Koalisi Pemenang Pemilu untuk Segera Menghadap

Marcheilla Ariesta • 20 November 2022 16:35
Kuala Lumpur: Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah meminta koalisi dengan jumlah kursi terbanyak dalam Pemilihan Umum ke-15 (GE15) untuk menginformasikan istana tentang pengaturan kerja sama mereka dalam membentuk pemerintahan berikutnya.
 
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Minggu, 20 November 2022, Pengawas Keuangan Rumah Tangga Kerajaan Istana Negara, Ahmad Fadil Syamsuddin mengatakan, istana meminta bantuan Ketua Dewan Rakyat Azizan Harun untuk menjangkau para pemimpin partai politik dan koalisi.
 
"Pemimpin partai politik dan koalisi akan diminta oleh ketua Dewan Rakyat untuk menginformasikan koalisi yang telah disepakati masing-masing serta nama salah satu anggota Dewan Rakyat yang mendapat dukungan mayoritas koalisi ini untuk menjadi Perdana Menteri.  Menteri Malaysia ke Istana Negara sebelum pukul 14.00 pada 21 November," katanya, dilansir dari Channel News Asia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ahmad Fadil menuturkan, sejalan dengan Pasal 40(2)(a) dan 43(2)(a) Konstitusi Federal, keputusan dan keputusan raja tentang pembentukan pemerintahan baru adalah final.
 
"Raja meminta rakyat dan pemimpin partai politik untuk menerima dan menghormati proses demokrasi dan menerima hasil Pemilihan Umum ke-15 dengan tenang dan pikiran terbuka, untuk menjaga keutuhan negara sebagai warisan di mana pemimpin terpilih bertindak sebagai wali," katanya.
 
Ahmad Fadil menjelaskan, raja telah menerima hasil GE15 dari Komisi Pemilihan Umum (EC), dengan ketua Komisi Eropa Abdul Ghani Salleh mencatat bahwa tidak ada partai politik yang berhasil memenangkan mayoritas sederhana untuk membentuk pemerintahan.
 
"Raja ingin mengingatkan bahwa negara membutuhkan pemerintahan yang stabil, berwibawa dan memiliki integritas untuk melindungi rakyat dan mendorong agenda kesejahteraan bangsa," ujarnya.
 
Ada 222 kursi di Majelis Rendah dan koalisi pemerintahan mana pun harus menguasai setidaknya 112 kursi.
 
Pakatan Harapan (PH) dan Perikatan Nasional (PN) keduanya berada di posisi terdepan untuk membentuk pemerintahan berikutnya, masing-masing memenangkan 81 dan 73 kursi. Semua mata kini tertuju pada pembicaraan tertutup dengan mitra potensial, termasuk partai-partai yang berbasis di Sabah dan Sarawak serta Barisan Nasional (BN).
 
Baca:  Politik Malaysia Masih 'Terkunci' Negosiasi Koalisi Usai Pemilu
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif