Jari seorang warga dicelupkan ke tinta usai menggunakan hak suara dalam pemilu Malaysia di Pahang, 19 November 2022. (Mohd RASFAN / AFP)
Jari seorang warga dicelupkan ke tinta usai menggunakan hak suara dalam pemilu Malaysia di Pahang, 19 November 2022. (Mohd RASFAN / AFP)

Pakatan Harapan Diperkirakan Raih Kursi Terbanyak dalam Pemilu Malaysia

Willy Haryono • 19 November 2022 08:48
Kuala Lumpur: Dua lembaga survei independen memproyeksikan bahwa Pakatan Harapan (PH) akan meraih kursi terbanyak dalam pemilihan umum ke-15 Malaysia (GE15) hari ini, Sabtu, 19 November 2022.
 
Menjelang hari pemungutan suara, Merdeka Center memperkirakan pakta oposisi PH akan meraih 82 kursi. Mitra di pemerintahan sementara Perikatan Nasional (PN) diproyeksikan berada di urutan kedua dengan 43 kursi, dan Barisan Nasional (BN) di posisi ketiga dengan 15 kursi.
 
Sementara Ilham Centre memprediksikan PH akan meraih 86 kursi, BN 51 kursi, dan PN 25 kursi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hasil survei dua lembaga tersebut menyoroti bahwa tidak satu pun dari tiga koalisi akan meraih mayoritas sederhana dari 112 kursi yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintah federal.
 
Kondisi ini mungkin akan menghasilkan parlemen yang menggantung, menambah ketidakpastian ekonomi di Malaysia.
 
Tiga kandidat dalam pemilu Malaysia GE15 adalah Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob, kepala oposisi Anwar Ibrahim dan mantan PM Muhyiddin Yassin.
 
Baca:  3 Kandidat Bersaing Ketat dalam Pemilu Malaysia Hari Ini
 
Menurut Merdeka Center, ada 45 daerah pemilihan di seluruh negeri, yang mewakili sekitar seperlima dari 222 kursi parlemen. Hasil akhir belum dapat dipastikan, dan suara terbanyak dapat berayun ke salah satu dari tiga koalisi.
 
"Kami mencatat bahwa persaingan ketat dalam pemilu ini dapat diartikan bahwa persaingan meraih kursi akan sangat ketat di antara partai-partai," kata Merdeka Center, dikutip dari laman The Straits Times.
 
Dari survei bergulir yang dilakukan antara 3 November dan 18 November, Merdeka Center mencatat bahwa tiga koalisi utama dengan basis dukungan kuat masih diperlukan untuk merayu pemilih yang ragu-ragu (swing voters) dan pemilih pemula ke pihak mereka.
 
"Pada masa kampanye berikutnya, kami mencatat bahwa ada pergerakan pemilih Melayu yang terlihat ke PN dan juga PH. Perkembangan ini merugikan BN," katanya, seraya menambahkan bahwa pemilih non-Melayu tetap teguh mendukung PH.
 
Dalam survei terpisah Ilham Centre, direktur eksekutifnya, Hisommudin Bakar, mengatakan bahwa BN masih menjadi pilihan teratas di antara pemilih Melayu, khususnya di daerah pedesaan. Sementara PH akan terus menarik dukungan dari pemilih non-Melayu.
 
"Sentimen pemilih perkotaan, terutama kelompok non-Melayu, masih tetap pada PH. Sulit bagi kelompok ini untuk mengalihkan dukungannya ke pihak lain karena pilihan yang sangat terbatas. Sementara pemilih Melayu pedesaan masih terpecah, dan sulit bagi PH untuk meraih suara mereka, terutama dengan PN yang semakin memecah sumber suara tetap BN," katanya.
 
Hissomudin mengatakan survei lembaganya juga mencatat bahwa ada 26 kursi yang akan diperebutkan secara ketat oleh tiga koalisi. Menurutnya, semua koalisi memiliki kesempatan yang sama untuk meraihnya. "Kursi-kursi tersebut bisa jadi penentu," katanya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id.
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif