Pesawat pengebom B-52 dari Angkatan Udara Amerika Serikat. (Robert ATANASOVSKI / AFP)
Pesawat pengebom B-52 dari Angkatan Udara Amerika Serikat. (Robert ATANASOVSKI / AFP)

Pengamat: Pesawat Pengebom B-52 Hanya Simbolis Penguatan Hubungan AS-Australia

Marcheilla Ariesta • 31 Oktober 2022 19:25
Jakarta: Amerika Serikat (AS) berencana mengerahkan enam pesawat pengebom B-52 berkemampuan nuklir ke sebuah pangkalan udara di Australia bagian utara. Kekhawatiran bermunculan, terlebih di kawasan Asia Pasifik.
 
Pasalnya, banyak yang menilai jika pengiriman pesawat pengebom ini bertujuan untuk memanas-manasi Tiongkok. AS dan Australia merupakan sekutu yang tidak suka melihat kepopuleran Tiongkok di kawasan tersebut.
 
Pengamat internasional Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah mengatakan, sebenarnya pengiriman ini hanya bersifat simbolis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pesawat pengebom B-52 ini teknologinya sudah tua, sehingga lebih bermakna simbolis bagi penguatan aliansi ANZUS (Australia-Selandia Baru-AS)," katanya kepada Medcom.id, Senin, 31 Oktober 2022.
 
Menurut Teuku Rezasyah, dengan teknologi perang saat ini, B-52 adalah Angsa Terbang yang rawan sasaran. Makanya, ia menegaskan bahwa pengiriman ini hanyalah simbolis.
 
"Sebab B-52 adalah pesawat tua, dengan biaya pemeliharaan yang sangat mahal," ucapnya.
 
Sementata itu, kata Teuku Rezasyah, para pesaing Amerika Serikat tahu akan keterbatasan B-52 ini. Mereka akan menggunakan informasi pengetahuan B-52 ini sebagai bagian dari perang informasi, perihal AS yang semakin membahayakan perdamaian dan keamanan Indo-Pasifik.
 
Sedangkan Tiongkok, katanya, akan tersenyum dalam hatinya. "Karena pesawat B-52 yang dibuat tahun 1955 tersebut, seyogianya tidak dioperasikan lagi," ungkap Rezasyah.
 
"Namun berita kedatangan B-52 tersebut akan digunakan sebagai kampanye yang menggerogoti kepemimpinan global AS" sambung dia.
 
Australian Broadcasting Corp (ABC) pada Senin melaporkan bahwa Amerika Serikat (AS) berencana untuk mengerahkan enam pesawat pengebom B-52 berkemampuan nuklir ke sebuah pangkalan udara di Australia bagian utara. Sementara itu, fasilitas khusus untuk pengebom akan didirikan di pangkalan terpencil angkatan udara Australia di Tindal, sekitar 300 kilometer selatan Darwin.
 
Amerika Serikat dilaporkan telah menyusun rencana terperinci untuk apa yang disebutnya fasilitas operasi skuadron untuk digunakan selama musim kemarau di Northern Territory (Wilayah Utara). Wilayah itu sendiri merupakan pusat pemeliharaan yang berdampingan dan area parkir untuk B-52.
 
"Kemampuan untuk mengerahkan pembom jarak jauh ke Australia mengirimkan pesan yang kuat kepada musuh tentang kemampuan Washington untuk memproyeksikan kekuatan udara yang mematikan," ujar Angkatan Udara AS dalam laporan tersebut.
 
Awal tahun ini, AS mengerahkan empat B-52 ke pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam. Sedangkan tahun lalu, Amerika Serikat, Inggris, dan Australia membuat kesepakatan perihal keamanan, yang akan memberi Australia sebuah teknologi untuk mengerahkan kapal selam bertenaga nuklir dan membuat marah Tiongkok.
 
Baca:  AS Berencana Kerahkan Pengebom B-52 ke Bagian Utara Australia
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif