Mantan PM Malaysia Najib Razak. (Mohd RASFAN / AFP)
Mantan PM Malaysia Najib Razak. (Mohd RASFAN / AFP)

Meski Dipenjara, Eks PM Malaysia Tetap Jadi Anggota Parlemen

Marcheilla Ariesta • 05 September 2022 13:20
Kuala Lumpur: Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak akan tetap menjadi anggota parlemen meski dirinya sudah divonis 12 tahun penjara atas kasus korupsi 1MDB. Sejak dijatuhi vonis, ia telah mengajukan petisi untuk meminta pengampunan dari Kerajaan Malaysia.
 
Ketua Parlemen Malaysia Azhar Azizan Harun mengatakan, Najib telah mengajukan petisi pengampunan kerajaan pada Jumat lalu. Petisi itu akan diputuskan dalam waktu 14 hari sejak keputusan Pengadilan Federal.
 
"Penegakan diskualifikasi sebagai anggota parlemen hanya akan terjadi jika permohonannya ditolak," kata Azhar, dilansir dari Channel News Asia, Senin, 5 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Artinya, status Najib Razak sebagai anggota Parlemen Pekan tetap tidak berubah dan baru akan selesai setelah petisi selesai," lanjut dia.
 
Di bawah hukum Malaysia, setiap anggota parlemen akan didiskualifikasi dari jabatannya jika dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman lebih dari satu tahun penjara atau menerima denda tidak kurang dari RM2000 (Rp6,6 juta) -- kecuali jika menerima pengampunan kerajaan.
 
Pada 23 Agustus, Pengadilan Federal menolak banding Najib untuk membatalkan hukuman penjara 12 tahun dan denda RM210 juta(Rp698,2 miliar) atas tujuh dakwaan dalam kasus yang melibatkan dana dari mantan unit 1Malaysia Development Bhd (1MDB).
 
Tuduhan terhadap Najib, yang menjabat sebagai perdana menteri dari 2009 hingga 2018, melibatkan transfer RM42 juta (Rp139,6 miliar) dari SRC International, mantan anak perusahaan 1MDB, ke rekening bank pribadinya pada 2014 dan 2015.
 
Ia dinyatakan bersalah atas tiga tuduhan pelanggaran pidana kepercayaan, tiga tuduhan pencucian uang dan satu tuduhan penyalahgunaan kekuasaan oleh Pengadilan Tinggi pada Juli 2020, dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara dan denda RM210 juta.
 
Vonis tersebut diperkuat oleh Pengadilan Banding pada 8 Desember 2021. Najib kemudian mengajukan permohonan banding ke Pengadilan Federal pada 25 April tahun ini.
 
Ia langsung menjalani hukumannya di Penjara Kajang di Selangor setelah keputusan Pengadilan Federal, meski sempat masuk Rumah Sakit Kuala Lumpur selama akhir pekan untuk menjalani pemeriksaan medis.
 
Mantan PM Malaysia itu juga menghadapi empat dakwaan lain terkait skandal 1MDB.
 
Pekan lalu, istri Najib Rosmah Mansor dijatuhi hukuman 10 tahun penjara dan denda RM970 juta setelah dinyatakan bersalah atas tiga tuduhan korupsi oleh Pengadilan Tinggi. Namun, dia telah mengajukan banding atas vonis tersebut.
 
Baca:  Istri Mantan PM Najib Menangis Usai Divonis 10 Tahun Penjara

 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif