Senat AS akan panggil Boeing untuk dimintai keterangan terkait kecelakaan 737 MAX  8. (Foto: AFP).
Senat AS akan panggil Boeing untuk dimintai keterangan terkait kecelakaan 737 MAX 8. (Foto: AFP).

Panel Senat AS akan Panggil Boeing Terkait Kecelakaan 737 MAX

Internasional boeing
Arpan Rahman • 21 Maret 2019 19:07
Washington: Komite Senat Amerika Serikat (AS) merencanakan dengar pendapat pada 27 Maret tentang keamanan penerbangan setelah dua pesawat Boeing 737 MAX 8 alami kecelakaan fatal sejak Oktober. Dikatakan bahwa mereka juga akan menjadwalkan sidang dengan Boeing dan pabrikan lain.
 
Sidang tentang pengawasan federal atas penerbangan komersial oleh subkomite perdagangan Senat tentang penerbangan dan dirgantara akan mencakup administrator pelaksana di Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA), Dan Elwell, ketua Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB), Robert Sumwalt, dan inspektur jenderal departemen transportasi, Calvin Scovel.
 
Baca juga: FAA Bela Prosedur Keselamatan usai Kecelakaan Boeing 737 Max 8.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Panel berencana memanggil Boeing dan produsen penerbangan lainnya guna bersaksi di tengah bersikutat buat mengetahui apa yang menyebabkan jatuhnya penerbangan Ethiopian Airlines pekan lalu dan penerbangan Lion Air di Indonesia, Oktober silam.
 
Kabar itu muncul saat diumumkan oleh FAA pada Rabu sore bahwa Boeing sedang mengembangkan buletin layanan yang menginstruksikan maskapai penerbangan untuk menginstal perangkat lunak program operasional komputer kontrol penerbangan yang baru di pesawat Boeing 737 Max yang sekarang dilarang mengudara.
 
Agensi tersebut mengatakan dalam sebuah buletin kepada regulator dan maskapai penerbangan asing bahwa "tinjauan berkelanjutan terhadap instalasi dan pelatihan perangkat lunak ini merupakan prioritas agensi, sebagaimana akan diluncurkan perangkat lunak, pelatihan, atau tindakan apa pun lainnya".
 
Boeing sebelumnya mengatakan pihaknya berencana meningkatnya perangkat lunak. FAA dan regulator lainnya mengandangkan pesawat jenis itu setelah dua kecelakaan fatal sejak Oktober.
 
Disitir dari laman Guardian, Kamis 21 Maret 2019, AS memarkir pesawat Kamis lalu, menyusul sejumlah negara lain.
 
Sebuah panel, yang diketuai senator Texas Ted Cruz, asal Republikan, berkata: "Mengingat tragedi baru-baru ini di Ethiopia dan kecelakaan berlanjut dari pesawat Boeing 737 Max, sidang ini akan memeriksa berbagai tantangan terhadap keadaan keselamatan penerbangan komersial, termasuk setiap masalah khusus yang disorot oleh kecelakaan baru-baru ini."
 
“Sidang kedua tentang keselamatan penerbangan direncanakan dalam waktu dekat buat mendengar dari para pemangku kepentingan industri yang akan mencakup Boeing, produsen penerbangan lainnya, pilot maskapai penerbangan, dan pemangku kepentingan lainnya", kata komite itu.
 
Boeing Co, pembuat pesawat terbang terbesar di dunia, menghadapi hambatan yang semakin besar untuk mengembalikan armada 737 Max yang diparkirkan melesat lagi ke langit. Di saat muncul rincian tentang potensi kesamaan di antara dua kecelakaan.
 
Baca juga: Ethiopia: Data Kotak Hitam Perlihatkan Kemiripan dengan Lion Air.
 
Sementara itu, Rabu malam, Boeing mengumumkan telah menunda, selama tiga bulan, penerbangan tanpa awak pertama ke Stasiun Luar Angkasa Internasional di bawah program penerbangan luar angkasa NASA, dan mengulur penerbangan awaknya hingga November, sumber industri itu mengatakan pada Rabu.
 
Media melaporkan bulan lalu bahwa NASA sudah memperingatkan Boeing dan kontraktor saingannya SpaceX mengenai masalah desain dan keselamatan yang perlu ditangani perusahaan sebelum menerbangkan manusia ke antariksa.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif