Sebuah pesawat Boeing 737 Max 8 berada di pabrik Boeing di Renton, Washington, 14 Maret 2019. (Foto: AFP/STEPHEN BRASHEAR)
Sebuah pesawat Boeing 737 Max 8 berada di pabrik Boeing di Renton, Washington, 14 Maret 2019. (Foto: AFP/STEPHEN BRASHEAR)

FAA Bela Prosedur Keselamatan usai Kecelakaan Boeing 737 Max 8

Internasional kecelakaan pesawat kecelakaan ethiopian airlines
Arpan Rahman • 18 Maret 2019 13:49
Washington: Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat atau FAA menegaskan pihaknya telah menjalankan prosedur "standar" dalam memberikan sertifikasi kepada pesawat maskapai Boeing, termasuk tipe Boeing 737 Max 8. Tipe tersebut telah dikandangkan banyak negara, karena dinilai bermasalah setelah terjadinya dua kecelakaan fatal Ethiopian Airlines dan Lion Air.
 
Sistem Maneuvering Characteristics Augmentation System atau MCAS yang terpasang di Boeing 737 Max 8 dinilai sejumlah pihak sebagai salah satu faktor penyebab dua kecelakaan tersebut.
 
"Program sertifikasi 737 Max sudah mengikuti proses sertifikasi standar FAA," tulis FAA dalam keterangan resmi via surat elektronik kepada kantor berita AFP, Minggu 17 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Prosedur FAA telah dibuat dengan baik dan secara konsisten meloloskan banyak desain pesawat yang aman untuk diterbangkan," lanjutnya.
 
737 Max adalah pesawat baru Boeing, yang baru dioperasikan sejak Mei 2017. Tipe tersebut dibuat Boeing untuk menyaingi A320 Neo buatan Airbus.
 
Menteri Transportasi Ethiopia Dagmawit Moges mengatakan bahwa data dari kotak hitam Ethiopian Airlines telah memperlihatkan "kemiripan yang jelas" dengan tragedi Lion Air JT610.
 
Meski menolak memaparkan detailnya, Moges mengatakan kepada awak media bahwa kemiripan itu akan menjadi "subjek dalam investigasi lebih lanjut."
 
Sejumlah pakar mempertanyakan proses sertifikasi keselamatan penerbangan di AS, setelah mengetahui adanya beberapa pilot yang mengeluhkan MCAS.
 
MCAS secara otomatis akan membuat hidung pesawat mengarah ke bawah jika sistem mendeteksi adanya ancaman stalling -- suatu kondisi di mana pesawat kehilangan daya angkat.
 
Menurut Flight Data Recorder (FDR) Lion Air JT610, sang pilot kesulitan mengendalikan penerbangan karena MCAS berulang kali membuat hidung pesawat mengarah ke bawah setelah lepas landas.
 
Meski penyebab dua kecelakaan masih belum ditentukan, CEO perusahaan Boeing Dennis Muilenburg mengatakan bahwa pihaknya sedang "menyelesaikan pengembangan update piranti lunak dan pelatihan pilot" untuk mengatasi masalah yang mungkin ditimbulkan dari MCAS.
 
Menurut laporan Seattle Times pada Minggu 17 Maret, FAA telah mendelegasikan sebagian proses sertifikasi pesawat -- termasuk soal MCAS -- ke tim teknisi Boeing.
 
Baca:Banyak Pilot Sering Keluhkan Masalah 737 MAX
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif