Menlu Meksiko Luis Videgaray. (Foto: REUTERS/Henry Romero)
Menlu Meksiko Luis Videgaray. (Foto: REUTERS/Henry Romero)

Menlu Meksiko Bantah Ubah Isi Pidato "Tembok" Trump

Internasional politik meksiko donald trump pemerintahan as
Willy Haryono • 10 Februari 2017 15:14
medcom.id, Mexico City: Menteri Luar Negeri Meksiko Luis Videgaray membantah laporan berita dari media CBS News yang menyebutkan dirinya mengubah isi pidato Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait rencana pembangunan tembok di perbatasan.
 
"Saya kira saya tidak akan pernah mengucapkan kata-kata ini, tapi sekarang saya akan bilang: itu BERITA BOHONG," tulis Videgaray di Twitter, setelah CBS News mengutip adanya pejabat Meksiko yang bekerja sama dengan menantu Trump, Jared Kushner, dalam mengubah isi pidato presiden.
 
Trump ingin membangun tembok pembatas untuk mencegah imigran gelap dari Meksiko memasuki AS. Namun keinginannya untuk membuat Meksiko yang membayar semua biaya pembangunan menjadi sumber gesekan kedua negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam sebuah laporan pada Kamis 9 Februari, CBS News mengatakan Kushner bulan lalu memperlihatkan naskah pidato Trump kepada Videgaray. Keduanya kemudian dilaporkan mengganti isi naskah agar hubungan kedua negara tidak rusak.
 
Kemudian Kushner, masih kata CBS News, menemui Videgaray untuk memberitahu isi naskah yang sudah diubah. Trump dilaporkan menerima perubahan itu.
 
Biaya Tembok
 
Saat ditanya mengenai artikel CBS News, Videgaray mengatakan kepada Reuters: "Saya tidak memainkan peran apapun dalam pidato presiden (Trump)."
 
Satu hari setelah perintah pembangunan tembok dikeluarkan, Trump menulis di Twitter bahwa Presiden Enrique Pena Nieto sebaiknya membatalkan jadwal pertemuan dengan dirinya jika Meksiko tidak siap membayar seluruh biaya konstruksi.
 
Tidak lama setelah pernyataan Trump, Pena Nieto membatalkan pertemuan.
 
Menlu Meksiko Bantah Ubah Isi Pidato
Trump bertemu Pena Nieto semasa kampanye pilpres AS. (Foto: AFP)
 
Bantahan dari Videgaray adalah kali kedua dalam delapan hari terakhir dari pemerintahan Meksiko terkait hubungan negara dengan Trump.
 
Pada 1 Februari, pemerintahan Pena Nieto membantah "kebohongan" bahwa Trump mengancam mengirim pasukan AS ke Meksiko dalam diskusi via sambungan telepon. Gedung Putih kemudian mengatakan berencana menyelidiki kemungkinan bocornya percakapan antara Trump dengan Pena Nieto.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif