Lokasi ledakan pipa BBM di dekat Tlahuelilpan, Hidalgo, Meksiko, 20 Januari 2019. (Foto: AFP/ALFREDO ESTRELLA)
Lokasi ledakan pipa BBM di dekat Tlahuelilpan, Hidalgo, Meksiko, 20 Januari 2019. (Foto: AFP/ALFREDO ESTRELLA)

Korban Ledakan Pipa BBM di Meksiko Terus Bertambah

Internasional meksiko
Willy Haryono • 21 Januari 2019 10:20
Mexico City: Jumlah korban tewas ledakan pipa bahan bakar minyak di Meksiko terus bertambah, dan angkanya mencapai 79 orang pada Minggu 20 Januari 2019. Otoritas Meksiko bertekad menangkap pihak yang bertanggung jawab atas kebocoran pipa BBM tersebut.
 
Pencarian korban di lokasi ledakan di negara bagian Hidalgo telah berakhir pada Sabtu malam. Namun pemerintah setempat mengindikasikan jumlah korban tewas dapat terus bertambah.
 
Menteri Kesehatan Jorge Alcocer mengatakan 66 korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit di Hidalgo. Sementara beberapa lainnya yang terluka parah harus dipindahkan ke Mexico City untuk mendapat perawatan khusus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada beberapa pasien luka bakar serius," ucap Alcocer, seperti dikutip dari laman AFP. Dia menyebut petugas telah menemukan enam jasad tambahan sebelum pencarian diakhiri, yang menjadikan total korban tewas sejauh ini berada di angka 79.
 
Beberapa anggota keluarga korban meminta pemerintah untuk melanjutkan pencarian dengan melibatkan tim forensik. Beberapa prosesi pemakaman telah dilakukan, namun penyerahan jenazah masih terhambat karena banyak korban yang terbakar hingga sulit dikenali.
 
Jaksa penuntut umum di Hidalgo mengatakan 54 korban tewas belum dapat diidentifikasi secara visual sehingga membutuhkan tes DNA.
 
Baca:Korban Ledakan Pipa BBM di Meksiko Jadi 73 Orang
 
Ledakan di jaringan pipa dekat Tlahuelilpan itu terjadi sekitar dua jam usai kebocoran pertama kali terjadi. Para korban adalah mereka yang beramai-ramai mengambil minyak di lokasi kebocoran.
 
Saat ditanya apakah para korban luka akan dijadikan tersangka, Jaksa Agung Alejandro Gertz mengatakan tim investigator tidak berniat "menjadi masyarakat sebagai korban."
 
"Kami akan mencari pihak yang bertanggung jawab atas tragedi ini," tegas dia. "Mengkriminalisasi seluruh warga bukan fungsi dari tim investigasi, yang juga tidak diatur dalam hukum kita," lanjut dia.
 
Tragedi terjadi saat pemerintahan baru Meksiko di bawah Presiden Andres Manuel Lopez Obrador sedang gencar memerangi pencurian BBM. Tingginya angka pencurian dan penjarahan telah membuat pasokan BBM di Meksiko menipis.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif