Tim forensik berada di lokasi ledakan pipa BBM di dekat Tlahuelilpan, Meksiko, 19 Januari 2019. (Foto: AFP/ALFREDO ESTRELLA)
Tim forensik berada di lokasi ledakan pipa BBM di dekat Tlahuelilpan, Meksiko, 19 Januari 2019. (Foto: AFP/ALFREDO ESTRELLA)

Korban Ledakan Pipa BBM di Meksiko Jadi 73 Orang

Internasional meksiko
Willy Haryono • 20 Januari 2019 10:03
Mexico City: Korban ledakan dan kebakaran di sebuah jaringan pipa bahan bakar minyak yang bocor di Meksiko bertambah menjadi 73 orang. Tragedi terjadi saat ratusan orang berbondong-bondong berusaha mendapatkan BBM dari lokasi kebocoran di negara bagian Hidalgo pada Sabtu 19 Januari.
 
Seperti dikutip dari laman AFP, Minggu 20 Januari 2019, Gubernur Hidalgo Omar Fayad menyebut awalnya jumlah korban berkisar 20 orang, lalu bertambah menjadi kisaran 70-an usai petugas menemukan lebih banyak jenazah.
 
Baca:Pipa Bahan Bakar Bocor di Meksiko, 20 Tewas

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ledakan tersebut -- yang disebut Fayad juga melukai 74 orang -- terjadi dekat Tlahuelilpan, sebuah kota berpenduduk 20 ribu orang. Kota ini dapat dicapai dengan kendaraan sekitar satu jam dari Mexico City.
 
Petugas gabungan serta tim forensik berkumpul di lokasi kejadian yang dipenuhi jasad hangus terbakar -- banyak dari korban terlihat dalam posisi kaku yang tidak wajar. Sejumlah warga juga turun ke lokasi untuk mencari keluarga masing-masing.
 
Bau menyengat dari BBM memenuhi lokasi. Serpihan pakaian korban terlihat berserakan di rerumputan sekitar lokasi.
 
Saat tim forensik mulai memindahkan puluhan jenazah ke dalam mobil, sekitar 30 warga mencoba menghalangi mereka. Warga meminta jasad keluarga masing-masing, dengan beralasan biaya rumah pemakaman terlalu mahal bagi mereka.
 
Jumat 18 Januari, Menteri Pertahanan Meksiko Luis Crescencio mengatakan otoritas Hidalgo mengerahkan sebuah unit militer saat mendengar ada kelompok kriminal yang melubangi jaringan pipa BBM di dekat Tlahuelilpan.
 
Namun para tentara kesulitan memblokade akses karena ada sekitar 700 orang di lokasi, yang beramai-ramai mengambil minyak dengan jeriken dan ember.
 
Militer pun kemudian memilih mundur untuk menghindari konfrontasi dengan warga. Ledakan terjadi sekitar dua jam usai kebocoran pertama kali terjadi.
 
Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador, sempat mengunjungi lokasi. Ia tidak menyalahkan prajurit, dengan mengatakan bahwa "tindakan militer sudah tepat. Tidak mudah menertibkan massa."
 
Dia berjanji akan terus memerangi pencurian minyak di Meksiko. "Saya sangat sedih dengan penderitaan di Tlahuelilpan," tulis Lopez Obrador di Twitter.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi