Pendiri situs Wikileaks Julian Assange. (Foto: AFP)
Pendiri situs Wikileaks Julian Assange. (Foto: AFP)

Presiden Ekuador Tuduh Assange Tampung Peretas di Kedubes

Internasional wikileaks
Willy Haryono • 17 April 2019 20:06
Washington: Presiden Ekuador Lenin Moreno menuduh pendiri situs pembocor rahasia WikiLeaks, Julian Assange, pernah menampung sejumlah peretas saat masih bermukim di Kedubes Ekuador di London, Inggris.
 
Moreno menuduh Assange meminta para peretas itu untuk mendorong serangkaian informasi mengenai beragam topik terkait dirinya, WikiLeaks dan para sponsor.
 
Dilansir dari laman Stuff.co.nz, Rabu 17 April 2019, Moreno menyebut bahwa Ola Bini asal Swedia, yang saat ini berada di tahanan Ekuador, adalah salah satu peretas yang sering diundang Assange.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bini tinggal di Quito dan ditangkap pekan kemarin, beberapa jam usai Moreno 'mengusir' Assange dari kedubes di London. Saat Assange keluar dari kedubes, kepolisian Inggris langsung menangkapnya.
 
Menurut keterangan Moreno, Bini telah meretas telepon genggam milik sejumlah warga serta pejabat Ekuador. Orang tua Bini meyakini anaknya tidak bersalah, dan meminta otoritas Ekuador untuk segera membebaskannya.
 
"Ola adalah seorang teman Julian Assange, tidak lebih dari itu," kata ayah Bini, Dag Gustafsson.
 
Sementara itu, sekelompok demonstran bentrok dengan aparat kepolisian di Quito terkait sikap Moreno terhadap Assange. Para pengunjuk rasa juga kesal terhadap Moreno yang telah memecat sejumlah pegawai negeri sipil dan mengambil pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF).
 
Tuduhan Moreno terhadap Assange dilayangkan di Dialog Antar-Amerika dalam kunjungan lima hari di Washington, Amerika Serikat. Moreno tidak dijadwalkan bertemu siapapun dari kabinet Presiden AS Donald Trump.
 
Assange menikmati suaka di Kedubes Ekuador di London sejak 2012. Namun belakangan, hubungan Assange dengan sejumlah pejabat Ekuador memburuk.
 
Pemerintahan Moreno menuduh Assange sengaja mencari gara-gara, seperti mengganggu staf diplomatik Ekuador atau bahkan memaparkan kotoran di dinding kedubes.
 
Saat ini Assange sedang menanti apakah dirinya akan diekstradisi ke Swedia atas tuduhan kasus pemerkosaan atau ke AS terkait tudingan berusaha meretas sistem komputer Pentagon.
 
Baca:Australia Tidak Berikan Bantuan Khusus untuk Assange
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif