Jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi menghilang sejak 2 Oktober 2018 lalu dan diduga dibunuh. (Foto: AFP).
Jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi menghilang sejak 2 Oktober 2018 lalu dan diduga dibunuh. (Foto: AFP).

Trump Meyakini Jurnalis Arab Saudi Sudah Meninggal

Internasional arab saudi pemerintahan as
Fajar Nugraha • 19 Oktober 2018 09:00
Washington: Kasus menghilangnya jurnalis Arab Saudi di Turki, terus memanas. Kali ini Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang sebelumnya disebut membela Arab Saudi, justru percaya bahwa Jamal Khashoggi telah meninggal.
 
Khashoggi menghilang 2 Oktober lalu setelah masuk ke Konsulat Arab Saudi di Turki. Dalam beberapa laporan media menyebutkan bahwa koresponden The Washington Post itu dibunuh di dalam salah satu ruangan di konsulat.
 
Baca juga: Media Turki Sebut Khashoggi Dimutilasi Hidup-hidup.
 
"Ini jelas terlihat seperti itu (kematian Khashoggi) bagi saya. Sangat menyedihkan," kata Trump kepada wartawan Kamis 18 Oktober waktu AS, seperti dikutip AFP, Jumat, 19 Oktober 2018.
 
Saat ditanya tentang potensi tanggapan AS ke Arab Saudi Trump mengatakan: "Ini akan menjadi sangat parah. Ini buruk, hal yang sangat buruk."
 
Komentar terbaru Trump ini menandai perubahan sikap dari Trump, yang sebelumnya enggan untuk menyalahkan Arab Saudi sebagai sekutu mereka. Meskipun ada bukti bahwa agen kerajaan itu membunuh dan memotong-motong Khashoggi di dalam konsulatnya di Istanbul lebih dari dua minggu lalu.
 
Sebagai seorang mantan orang dalam rezim, Khashoggi telah menjadi seorang pengkritik Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Sosok Putra Mahkhota ini dikenal sebagai orang penting dalam hubungan militer dan komersial antara Negara Petrodolar dan pemerintahan Trump.
 
Baca juga: Tersangka Pembunuh Khashoggi Tewas dalam Kecelakaan Mobil.
 
Hanya beberapa jam sebelumnya, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan dia telah memberitahu Trump bahwa Arab Saudi harus diberikan "beberapa hari lagi untuk menyelesaikan" penyelidikan.
 
Hanya kemudian, Pompeo berkata, "kita bisa membuat keputusan bagaimana atau apakah Amerika Serikat harus merespons."


(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi