Presiden Venezuela, Nicolas Maduro ditangkap agen DEA. (foto: AFP/X)
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro ditangkap agen DEA. (foto: AFP/X)

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro Ditangkap Pasukan Amerika Serikat

Adri Prima • 04 Januari 2026 16:51
Jakarta: Presiden Venezuela, Nicolas Maduro dilaporkan telah dibawa ke sebuah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) usai ditangkap pasukan AS dalam sebuah operasi di Caracas. Sesampainya di AS, Maduro langsung berada di bawah pengawalan ketat agen Biro Investigasi Federal (FBI).
 
Dalam rekaman yang beredar, Maduro tampak dikelilingi sejumlah agen FBI ketika menuruni tangga pesawat pemerintah AS di fasilitas Garda Nasional Negara Bagian New York. Ia kemudian dikawal dengan pengamanan ketat saat berjalan di landasan pacu bandara.
 
Pemimpin berhaluan kiri Venezuela itu disebut akan diterbangkan menggunakan helikopter menuju Kota New York. Di kota tersebut, Maduro diperkirakan akan menghadapi dakwaan terkait kasus perdagangan narkoba.
 
Baca juga:
Presiden Venezuela Diburon AS, Ini Alasannya
 

Penculikan Maduro dikecam


Penangkapan ini memicu kecaman keras dari Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez. Ia menuntut pembebasan segera Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, yang juga dilaporkan ditangkap dalam operasi militer AS. Rodriguez mengecam langkah Washington dan menyebutnya sebagai penculikan brutal.

Tuntutan itu disampaikan hanya beberapa jam setelah penangkapan Maduro dan Flores, yang disebut terjadi dalam operasi AS di Caracas serta sejumlah wilayah lain di negara Amerika Selatan tersebut.
 

Terkait perdagangan narkoba dan kejahatan federal


Pemerintah AS membenarkan operasi tersebut dengan alasan Maduro, Flores, dan sejumlah tokoh publik Venezuela lainnya dianggap bertanggung jawab atas terorisme narkoba, perdagangan narkoba, serta berbagai kejahatan lain. Tuduhan tersebut dibantah keras oleh pemerintah di Caracas.
 
"Kami menuntut pembebasan segera Presiden Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores," kata Rodriguez dalam sesi Dewan Pertahanan Nasional yang disiarkan jaringan televisi pemerintah VTV. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan