Erdogan Kembali Minta Pembunuh Khashoggi Diekstradisi
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, 1 Desember 2018. (Foto: AFP)
Buenos Aires: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak Arab Saudi untuk segera mengekstradisi para terdakwa kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Pernyataan kembali dilontarkan Erdogan dalam Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Buenos Aires, Argentina, Sabtu 1 Desember 2018.

Dalam KTT G20 ini, seperti dilansir dari kantor berita BBC, Erdogan mengaku kesal karena Khashoggi tidak dimunculkan dalam berbagai pidato. Ia menyebut hanya Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau yang mengangkat topik tersebut.

Arab Saudi telah mendakwa 11 orang terkait pembunuhan Khashoggi, namun hingga kini belum ada tanda-tanda mereka semua akan diekstradisi ke Turki. Sejak bulan lalu, Erdogan telah meminta agar belasan tersangka pembunuh Khashoggi diekstradisi dan diadili di Turki.


Erdogan berargumen mereka sebaiknya diadili di Turki karena pembunuhan terjadi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul. Khashoggi tewas dibunuh di gedung konsulat tersebut pada 2 Oktober.

Meski sudah mendakwa 11 orang, Arab Saudi membantah kecurigaan banyak orang bahwa Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman terlibat pembunuhan. Erdogan pernah mengatakan perintah pembunuhan Khashoggi datang dari "level tertinggi" Saudi, tapi bukan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.

Baca: Jamal Khashoggi: Dunia Arab Butuh Kebebasan Berekspresi

Agensi Intelijen Pusat Amerika Serikat atau CIA meyakini operasi pembunuhan Khashoggi membutuhkan persetujuan Pangeran Mohammed, atau yang juga dikenal dengan julukan MBS. Namun Presiden AS Donald Trump mengatakan CIA belum 100 persen menyelesaikan penyelidikannya dalam kasus Khashoggi.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan kepada media CNN bahwa dirinya telah melihat semua data intelijen terkait pembunuhan Khashoggi. Ia menyebut tidak ada bukti langsung yang mengaitkan pembunuhan ke MBS.

Sebelumnya, Kepolisian Turki menggeledah sebuah vila milik 'orang-orang dekat' MBS. Penggeledahan dilakukan sebagai upaya Turki dalam menelusuri keberadaan jasad Khashoggi.

Jasad Khashoggi belum juga ditemukan meski polisi sudah menggeledah seisi konsulat, rumah Konsul Jenderal Arab Saudi dan juga area hutan di Istanbul. Terdapat laporan bahwa tubuh Khashoggi sudah dimutilasi dan dilarutkan dengan cairan asam.

Media pro pemerintah Turki, Sabah Daily, menyebutkan bahwa terdapat jejak cairan asam di saluran air Konsulat Arab Saudi.




(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id