Diskusi dilakukan satu hari usai Andres Manuel Lopez Obrador resmi dilantik menjadi Presiden Meksiko. "Percakapan dalam nuansa bersahabat adalah pendekatan pertama menuju rasa saling memahami antara Meksiko dengan AS," tulis Ebrard di laman Twitter, seperti dilansir dari kantor berita AFP.
"Saya berterima kasih kepada sikap dia (Pompeo) yang menghormati pemerintahan baru Presiden Lopez Obrador," lanjutnya.
Lopez Obrador, atau dikenal dengan julukan AMLO, adalah politikus sayap kiri yang memenangkan pemilihan umum dengan raihan suara signifikan lima bulan lalu.
Dalam pertemuan di Washington, Pompeo dan Ebrard mendiskusikan "komitmen bersama untuk menghadapi berbagai tantangan dan kesempatan di masa mendatang. Keduanya akan mencari cara untuk menyelesaikan masalah ribuan pengungsi asal Amerika Tengah yang membanjiri perbatasan Meksiko dan AS.
Baca: Meksiko Deportasi Imigran yang Berusaha Memasuki AS
Presiden AS Donald Trump terus menekan Presiden Lopez Obrador untuk menerima sebuah perjanjian terkait imigran. Dalam perjanjian itu, Trump ingin agar para pencari suaka di perbatasan tetap berada di Meksiko hingga dokumen permohonan mereka selesai diproses.
Pekan lalu, Ebrard mengaku menginginkan adanya semacam "Marshall Plan" untuk mendorong pertumbuhan di negara-negara Amerika Tengah seperti El Salvador, Guatemala dan Honduras. Ia menyandingkan rencana itu seperti yang sudah dilakukan AS untuk membantu mendorong pertumbuhan di Eropa setelah Perang Dunia II.
Ebrard menilai rencanja semacam itu akan membantu mengurangi jumlah imigran yang melarikan diri dari kekerasan dan kemiskinan di negara mereka masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News