Demonstran mengecam reformasi pensiun di Nikaragua. (Foto: AFP)
Demonstran mengecam reformasi pensiun di Nikaragua. (Foto: AFP)

Wartawan Termasuk dari 25 Korban Tewas Kerusuhan Nikaragua

Internasional nikaragua
Arpan Rahman • 22 April 2018 21:39
Managua: Dalam video suram, malam hari, wartawan Angel Gahona, mengenakan celana jeans dan kemeja biru, memegang telepon genggam, dan bercerita saat ia mendekati fasad balai kota di Bluefields, Nikaragua. Ia melaporkan secara langsung melalui Facebook tentang protes yang sudah mengguncang bangsa Amerika Tengah sejak empat hari terakhir.
 
Beberapa detik kemudian terdengar suara tembakan dan Gahona terkapar tak bernyawa di tepi jalan. Suara-suara meneriakkan namanya, dan seseorang menekan secarik kain ke kepalanya, berupaya menghentikan aliran darah. Reporter Bluefields lain, Ileana Lacayo, menegaskan bahwa dia meninggal sebelum sampai rumah sakit.
 
Selain Gahona, setidaknya 25 orang lainnya tewas sejak Rabu kemarin, dalam kerusuhan terkait reformasi jaminan sosial yang direncanakan pemerintahan Presiden Daniel Ortega, menurut sebuah kelompok hak asasi manusia. Puluhan orang lainnya terluka atau ditangkap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ortega mengatakan, pada Sabtu 21 April, dalam penampilan publik pertamanya sejak demonstrasi dimulai, bahwa pemerintahnya bersedia mengadakan pembicaraan mengenai perselisihan. Dalam pidato yang disiarkan secara nasional, secara terbuka dia mengatakan untuk bernegosiasi sehingga tidak ada "teror lagi bagi semua keluarga Nikaragua."
 
Baca:Bentrokan Isu Pensiun di Nikaragua Tewaskan 10 Orang
 
Namun dia mengatakan, dialog hanya akan dilakukan dengan para pemimpin bisnis, bukan dengan elemen masyarakat lainnya. Dalam unjuk rasa ini, sebagian yang turun ke jalan adalah para pemuda.
 
"Apa yang terjadi di negara kita tidak menentu. Anak-anak bahkan tidak tahu pihak yang memanipulasi mereka," kata Ortega, seperti disitir Associated Press, Minggu 22 April 2018.
 
Ucapan itu dilontarkan secara berapi-api. Segera setelah itu, ribuan orang tumpah ke jalan-jalan di tujuh kota, termasuk ibu kota Managua.
 
"Kami turun ke jalan untuk meminta Ortega dan istrinya pergi. Ini sudah melampaui masalah jaminan sosial. Di sini ada yang tewas, terluka, dan dia bahkan tidak minta maaf atas pembunuhan atau penindasan biadab terhadap rakyat," kata Mauri Hernandez, salah satu dari ribuan demonstran di sebuah pusat rotunda.
 
Pada Jumat malam, Wakil Presiden, ibu negara dan juru bicara pemerintah Rosario Murillo mengatakan sembilan orang telah dikonfirmasi tewas dalam bentrokan. Meskipun kelompok hak asasi manusia Cenidh mengatakan pada Sabtu, jumlahnya secara nasional mencapai 25.
 
Beberapa menit kemudian muncul berita tentang pembunuhan Gahona, yang bekerja untuk acara berita Meridiano. Dalam video terpisah yang dia rekam sendiri, dia menunjukkan kerusakan pada ATM saat polisi antihuru-hara bergerak maju di jalan yang gelap.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif