Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan kecewa jika Korut kembali bangun fasilitas nuklir. (Foto: AFP).
Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan kecewa jika Korut kembali bangun fasilitas nuklir. (Foto: AFP).

Trump Kecewa Jika Rudal Korut Dibangun Kembali

Internasional Amerika Serikat-Korea Utara
Marcheilla Ariesta • 07 Maret 2019 10:26
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dia akan sangat kecewa dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un. Itu akan terjadi bila laporan mengenai pembangunan kembali di lokasi peluncuran roket Korut benar terjadi.
 
“Saya akan sangat kecewa jika itu terjadi,” kata Trump kepada wartawan di Kantor Oval, dikutip dari Channel News Asia, Kamis 7 Maret 2019.
 
Dua lembaga think tank AS dan Yonhap News Agency Korea Selatan melaporkan ada pekerjaan yang dilakukan untuk memulihkan Stasiun Peluncuran Satelit Sohae Korea Utara. Laporan yang muncul Selasa, 5 Maret tersebut diduga menyusul pertemuan puncak kedua antara Trump dan Kim di Hanoi, Vietnam, pekan lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Trump mengatakan pihaknya akan terus memantau laporan tersebut. Namun, masih terlalu dini menganggap laporan tersebut benar adanya.
 
“Tetapi saya akan sangat, sangat kecewa dengan Ketua Kim, dan saya tidak berpikir akan melakukannya. Namun, kita lihat apa yang akan terjadi, kami juga akan terus memeriksanya. Pada akhirnya pasti terpecahkan,” imbuhnya.
 
Baca:KTT Gagal, Korut Bangun Kembali Situs Uji Rudal
 
Korea Utara mulai membongkar tempat uji coba mesin rudal di Sohae tahun lalu. Pembongkaran dilakukan usai kesepakatan denuklirisasi dengan Trump pada pertemuan pertama kedua pemimpin di Singapura.
 
Namun, pertemuan kedua Trump dan Kim di Hanoi pekan lalu tidak berjalan lancar. Penyebabnya perbedaan mengenai seberapa jauh Korut bersedia membatasi program nuklirnya, dan kesediaan AS mengurangi sanksi.
 
“Kami memiliki masalah yang sangat buruk di sana. Kita harus menyelesaikan masalah. Namun, hubungan kami tetap baik-baik saja,” ungkap Trump.
 
38 North, proyek Korea Utara yang berbasis di Washington menunjukkan adanya struktur pada landsan peluncuran Sohae yang kembali dibangun antara 16 Februari hingga 2 Maret. Redaktur proyek Jenny Town melaporkan penemuannya tersebut yang juga diungkapkan analis dari Stimson Center.
 
Lembaga think tank Pusat Studi Strategis dan Internasional itu mengeluarkan laporan terpisah, namun juga mengutip citra satelit. Mereka menyimpulkan Korut mengejar pembangunan kembali di lokasi tersebut.
 
Sumber pemerintah AS mengatakan kemungkinan pekerjaan di Sohae dimulai sebelum pertemuan kedua. Kala itu, serangan pembicaraan persiapan pertemuan dibahas di tingkat rendah pada Februari.
 
Penasihat keamanan nasional Trump, John Bolton memperingatkan bahwa sanksi baru dapat diberlakukan jika Korut tidak membatalkan program senjata nuklirnya.
 

(OJE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif