Deretan rudal balistik Hwasong-15 milik Korea Utara dalam sebuah parade militer. (Foto: AFP).
Deretan rudal balistik Hwasong-15 milik Korea Utara dalam sebuah parade militer. (Foto: AFP).

KTT Gagal, Korut Bangun Kembali Situs Uji Rudal

Internasional korea utara
Arpan Rahman • 06 Maret 2019 14:36
Pyongyang: Korea Utara (Korut) sudah mulai membangun kembali fasilitas peluncuran rudal yang sebagian dihancurkan tahun lalu. Demikian menurut citra satelit yang ditangkap dua hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong Un gagal mencapai kesepakatan denuklirisasi pada pertemuan puncak mereka di Vietnam.
 
Rezim Korut "mencoba membangun kembali dengan cepat" lokasi uji coba rudal jarak jauh di Sohae, menurut gambar satelit yang diperoleh Center for Strategic and International Studies (CSIS). Gambar-gambar itu diambil pada 2 Maret, dua hari menyusul ambruknya KTT Hanoi dan sebelum Kim bahkan kembali ke Pyongyang.
 
Korut pada Juli lalu membongkar bagian dari fasilitas peluncuran rudal Tongchang-ri di Sohae. Langkah itu dilihat sebagai tanda kemajuan baru setelah pertemuan puncak di Singapura antara Trump dan pemimpin Korut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Trump di Hanoi menolak proposal yang diusulkan, di mana Korea Utara akan menghancurkan sebagian besar infrastruktur nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi yang melumpuhkan.
 
“Aktivitas terbaru ini menunjukkan sikap Korut usai penolakan dari AS, terkait permintaan pencabutan sanksi,” ujar lembaga yang berpusat di Washington itu, seperti dikutip AFP, Rabu, 6 Maret 2019.
 
“Fasilitas itu sudah tidak berfungsi sejak Agustus 2018, mengindikasikan bahwa aktivitas saat ini dilakukan secara sengaja dan memiliki tujuan,” sebut pihak CSIS.
 
Kim Jong-un sebelumnya sudah sepakat untuk menutup lokasi uji rudal Sohae saat melakukan pertemuan dengan Presiden Moon Jae-in di Pyongyang. Penutupan dilakukan atas dasar untuk membangun kepercayaan Korsel terhadap Korut dan berdasarkan foto satelit Agustus lalu, para pekerja Korut melucuti sebuah mesin uji coba yang berada di fasilitas itu.
 
CSIS mengatakan adanya aktivitas di uji coba mesin vertikal dan struktur tempat peluncuran roket di Stasiun Peluncuran Satelit Sohae. Fasilitas itu digunakan Korut untuk meluncurkan satelit ada 2012 dan 2016.
 
Peluncuran satelit itu dikecam oleh dunia internasional dan dianggap sebagai penyamaran atas uji coba misil balistik antar benua (ICBM). Dewan Keamanan PBB sudah mengeluarkan larangan agar Korut tidak menggunakan teknologi ini.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif