KTT G20 Dihiasi Isu Khashoggi Hingga Krisis Krimea
Pangeran Mohammed bin Salman tiba di Argentina untuk KTT G20. (Foto: AFP).
Buenos Aires: Para pemimpin dunia mulai tiba di Argentina pada Rabu 29 November jelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi G20 (KTT G20). Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman pun turut hadir.

Namun yang menjadi isu dominan dalam pertemuan KTT G20 tahun ini adalah perang dagang antara Tiongkok dengan Amerika Serikat (AS). Meskipun kehadiran Pangeran Mohammed menarik perhatian dengan kasus kematian jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, yang diduga ada keterlibatan dirinya.

Baca juga: Menteri AS Bantah Pangeran Mohammed Terlibat Pembunuhan Khashoggi.


Pangeran Mohammed tiba di Argentina dan mengabaikan anggapan dunia internasional atas dugaan keterlibatan itu. Kepastian ketidakterlibatannya yang didapat dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo dan Menteri Pertahanan James Mattis, makin membuatnya melenggang.

Presiden Rusia Vladimir Putin memastikan akan membahas pembunuhan Khashoggi ini bersama Pangeran Mohammed. “Presiden Putin akan membicarakan pembunuhan itu. Tetapi fokus utama pertemuan adalah mengembangkan hubungan Rusia dan Saudi,” ujar penasihat kebijakan luar negeri Presiden Putin, Yuri Ushakov, seperti dikutip AFP, Kamis 29 November 2018.

Baca juga: Jelang KTT G20, Argentina Lakukan Operasi Keamanan.

Bukan hanya Putin yang akan melakukan pertemuan dengan Pangeran Arab Saudi itu, diperkirakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Sekjen PBB Antonio Guterres juga akan melakukan pertemuan khusus. Sementara belum diketahui apakah Presiden Donald Trump akan melakukan pertemuan yang sama.

Kelompok pemerhati HAM Human Rights Watch juga menantikan Pangeran Mohammed. Mereka mendesak jaksa penuntut Argentina untuk mendakwanya atas memimpin pasukan koalisi Negara Teluk yang melakukan tindakan militer di Yaman.

Perang dagang

Aliansi aktivis Argentina dan para serikat pekerja berencana melakukan protes besar di Buenos Aires pada Jumat 30 November. Protes dilakukan tepat di hari pertama KTT.

Kesulitan ekonomi akan menyebar luas jika Trump meloloskan ancaman perang tarif kepada Eropa dan Jepang. Intenational Monetary Fund (IMF) memperhitungkan bahwa dengan sikap AS itu, GDP dunia diperkirakan akan turun hingga 3/4 persen dalam jangka pendek.

Perang dagang Trump dengan Tiongkok sudah berjalan. Kini mantan pengusaha properti itu bermaksud menerapkan tarif yang lebih ketat lagi kecuali pertemuan Trump dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di KTT G20, bisa membuahkan hasil.

Pihak Gedung Putih mengatakan, Trump melihat adanya kemungkinan baik bagi kesepakatan antara kedua negara menurunkan ketegangan tarif. Amerika menuntut akses pasar yang lebih besar dan jaminan perlindungan atas kekayaan intelektual bagi produk AS oleh Tiongkok.

Krisis Rusia-Ukraina

Trump juga akan diperkirakan bertemu secara khusus dengan Presiden Vladimir Putin. Namun insiden penahanan kapal Ukraina oleh Rusia menambah rumit hubungan AS-Rusia, mengingat Ukraina didukung kuat oleh pihak Barat.

Putin bersikeras bahwa pihaknya melakukan hal yang tepat karena tiga kapal Ukraina dianggap telah melanggar batas wilayah laut Rusia. Tetapi Trump menyatakan kekhawatirannya atas kasus ini.

Tidak hanya itu, Trump bahkan mengancam untuk membatalkan rencana pertemuannya dengan Putin di KTT G20. Tetapi Istana Kremlin menyatakan pertemuan ini diharapkan akan tetap berlangsung.

“Pertemuan ini dibutuhkan oleh kedua belah pihak dan penting untuk perkembangan situasi umum di dunia,” pungkas Ushakov.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id