Kematian Jamal Khashoggi

Menteri AS Bantah Pangeran Mohammed Terlibat Pembunuhan Khashoggi

Fajar Nugraha 29 November 2018 06:04 WIB
Jamal Khashoggi
Menteri AS Bantah Pangeran Mohammed Terlibat Pembunuhan Khashoggi
Pangeran Mohammed bin Salman dibela oleh dua menteri kabinet Amerika Serikat (AS). (Foto: AFP).
Washington: Menteri dari kabinet pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman tidak terlibat pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Keterangan ini disampaikan oleh dua orang menteri di kabinet Trump yakni Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Menteri Pertahanan James Mattis. Keduanya yakin Pangeran Mohammed tidak bersalah.

Baca juga: Pangeran Saudi Ragukan Laporan CIA soal Tewasnya Khasoggi.


Kedua menteri itu berbicara kepada wartawan setelah melakukan pertemuan tertutup dengan Senat AS. Mereka membahas imbas memperlemah hubungan AS-Arab Saudi yang bisa mengancam keamanan nasional.

“Tidak ada laporan yang menghubungkan bahwa putra mahkota memberikan perintah pembunuhan Jamal Khashoggi,” ujar Pompeo, kepada wartawan, Rabu 28 November 2018 waktu AS, atau Kamis, 29 November 2018 waktu Indonesia.

Hal serupa juga diutarakan oleh Menhan Mattis. Namun Mattis menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap meminta mereka yang bertanggungjawab untuk diadili.

“Kami melihat tidak ada petunjuk yang memperlihatkan putra mahkota terlibat. Baik dari pemeriksaan pihak intelijen ataupun yang lain. Tidak ada petunjuk,” tegas Mattis, seperti dikutip AFP.

Namun banyak dari senator yang hadir dalam pertemuan itu melihat sebaliknya. “Saya kita tidak ada seorangpun di dalam ruangan pertemuan itu, percaya bahwa dia (Pangeran Mohammed) terlibat dalam pembunuhan,” tutur Kepala Komite Kebijakan Luar Negeri Senat AS dari Partai Republik, Bob Corker.

“MBS (Mohammed bin Salman) tidak mau bertanggungjawab atas kematian itu,” sebut Corker, yang mempertanyakan hasil penyelidikan awal dari CIA.

Baca juga: Trump Sebut Laporan CIA soal Khashoggi Belum Selesai.

CIA sebelumnya sudah memeriksa bahwa putra mahkota memerintahkan pembunuhan Khashoggi pada 2 Oktober lalu. Pembunuhan ini dilakukan di Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki di mana jasad jurnalis 59 tahun itu dimutilasi dan tidak diketahui keberadaannya hingga kini.

Sementara Senator Partai Republik Linsdey Graham mengatakan, dirinya akan menahan suaranya terhadap isu kunci. Ini termasuk pembahasan anggaran pemerintah, hingga Graham menerima penjelasan dari CIA.

Jamal Khashoggi dikenal sebagai pengkritik keras dari Kerajaan Arab Saudi. Dia bekerja sebagai koresponden The Washington Post dan sudah berdomisili di Negeri Paman Sam. Dia dibunuh saat hendak merampungkan berkas pernikahan dengan tunangannya menunggu di luar konsulat saat pembunuhan terjadi.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id