Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (AFP/Alex Wong)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (AFP/Alex Wong)

Donald Trump Klaim Dirinya Presiden Sementara Venezuela

Adri Prima • 13 Januari 2026 14:30
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut dirinya sebagai “Presiden Sementara Venezuela” melalui unggahan di platform media sosial Truth Social, Minggu, 11 Januari.
 
Dalam unggahan tersebut, Trump membagikan foto resmi dirinya dengan keterangan “Acting President of Venezuela” dan menuliskan status “Incumbent January 2026.”
 
Unggahan itu turut menampilkan identitas Trump sebagai Presiden ke-45 dan ke-47 Amerika Serikat, dengan keterangan mulai menjabat pada 20 Januari 2025.

Seperti dilaporkan The Telegraph, Senin, 12 Januari 2026, unggahan tersebut muncul setelah terjadinya eskalasi besar pada awal bulan ini, ketika Amerika Serikat melancarkan serangan yang disebut sebagai operasi berskala besar terhadap Venezuela.
 
Dalam operasi itu, Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan diterbangkan ke New York. Keduanya kemudian didakwa oleh otoritas Amerika Serikat atas tuduhan konspirasi narkoterorisme.
 
Menjelaskan sikap Washington, Trump menyatakan Amerika Serikat akan mengambil alih pemerintahan Venezuela untuk sementara waktu. 
 
Baca juga:
Trump Ancam Putus Pasokan Minyak Venezuela ke Kuba

 
“Kami akan mengelola Venezuela sampai ada transisi yang aman, tepat, dan bijaksana. Kami tidak bisa mengambil risiko jika Venezuela diambil alih oleh pihak lain yang tidak memikirkan kepentingan rakyat Venezuela,” kata Trump.
 
Di tengah klaim tersebut, Venezuela telah menunjuk kepemimpinan sementara. Wakil Presiden sekaligus Menteri Perminyakan Delcy Rodriguez resmi dilantik sebagai presiden sementara pada pekan lalu, menyusul penahanan Maduro.
 
Trump juga mengaitkan rencana transisi Venezuela dengan cadangan minyak negara tersebut. Ia mengklaim otoritas interim akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak “berkualitas tinggi” yang sebelumnya dikenai sanksi kepada Amerika Serikat untuk dijual dengan harga pasar.
 
Terkait pengelolaan hasil penjualan minyak, Trump menegaskan dana tersebut akan berada di bawah kendalinya sebagai Presiden Amerika Serikat.
 
“Uang itu akan saya kendalikan untuk memastikan digunakan demi kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat. Saya telah meminta Menteri Energi Chris Wright untuk segera mengeksekusi rencana ini,” ujar Trump. 
 
Menurut Trump, minyak tersebut akan diangkut menggunakan kapal penyimpanan dan langsung dibongkar di pelabuhan Amerika Serikat.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan