Salah satu sisi dari kapal tanker Kokuka Courageous milik Jepang yang diduga terkena serangan ranjau (Foto: AFP).
Salah satu sisi dari kapal tanker Kokuka Courageous milik Jepang yang diduga terkena serangan ranjau (Foto: AFP).

AS Rilis Bukti Ranjau Laut Milik Iran

Internasional amerika serikat nuklir iran iran
Fajar Nugraha • 18 Juni 2019 13:45
Teheran: Pemerintah Amerika Serikat (AS) merilis foto-foto baru yang mendukung klaim bahwa Iran bertanggung jawab atas serangan terhadap dua kapal tanker di Teluk Oman pekan lalu.
 
Eskalasi ketegangan yang dramatis antara AS dan Iran telah membuat Pentagon mengumumkan penambahan pengiriman 1.000 pasukan Amerika ke Timur Tengah.
 
Baca juga: AS Sepakati Pengiriman Tambahan 1.000 Prajurit ke Timteng.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Langkah itu dilakukan ketika Pemerintah AS merilis foto-foto baru untuk mendukung klaimnya bahwa Iran berada di balik terbakarnya dua kapal tanker pekan lalu. Foto yang diambil dari helikopter Angkatan Laut, menunjukkan pasukan Iran mengeluarkan ranjau yang tidak meledak dari sisi kapal Kokuka Courageous milik Jepang.
 
Gambar lain menunjukkan lubang besar di sisi kapal tersebut, di atas garis air. Menurut para pejabat tampaknya disebabkan oleh ranjau lain.
 
Adapun pengiriman pasukan tambahan ke Timur Tengah menurut Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan sebagai bentuk tujuan pertahanan untuk mengatasi ancaman udara, laut, dan darat di Timur Tengah.
 
"Serangan-serangan Iran baru-baru ini memvalidasi intelijen yang andal dan kredibel yang kami terima atas perilaku bermusuhan oleh pasukan Iran dan kelompok-kelompok proksi mereka yang mengancam personel dan kepentingan AS di seluruh kawasan," katanya, seperti dikutip New Zealand Herald, Selasa, 18 Juni 2019.
 
Selain pasukan keamanan, penambahan pasukan itu juga mencakup pasukan untuk pengawasan tambahan dan pengumpulan intelijen di kawasan itu.
 
Dan meskipun jumlahnya kecil, itu merupakan peningkatan militer AS yang mungkin bertujuan untuk menghalangi Iran dan menenangkan sekutu yang khawatir bahwa transit melalui jalur pelayaran utama berbahaya.
 
Keputusan untuk mengirim 1.000 tentara menandakan pendekatan yang diukur oleh Presiden Donald Trump, yang berkampanye mengatasi isu Timur Tengah. Upaya Trump ini seperti halnya para pendahulunya dan telah berjuang untuk membawa pasukan pulang, meskipun ada ancaman yang berkelanjutan.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif