Kepala Pasukan Elit Garda Revolusi Islam Quds Qassem Soleimani. Foto: AFP
Kepala Pasukan Elit Garda Revolusi Islam Quds Qassem Soleimani. Foto: AFP

Serangan yang Menewaskan Jenderal Iran atas Perintah Trump

Internasional amerika serikat irak iran
Marcheilla Ariesta • 03 Januari 2020 11:36
Washington: Kementerian Pertahanan Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan serangan udara di Baghdad, Irak. Serangan ini menargetkan salah satu jenderal terkuat Iran, Jenderal Qassem Soleimani.
 
Dikutip dari Times of Israel, Jumat 3 Januari 2020, sebanyak tujuh orang tewas dalam serangan ini, termasuk target utama, Soleimani yang merupakan kepala Pasukan elit Iran Quds, dan Abu Mahdi al-Muhandis yang adalah wakil komandan milisi yang didukung Iran di Irak, yang juga dikenal sebagai Pasukan Mobilisasi Populer (PMF).
 
Pentagon juga mengonfirmasi serangan tersebut atas arahan Presiden AS Donald Trump. "Atas arahan Presiden, militer AS telah mengambil tindakan tegas untuk melindungi personel AS di luar negeri dengan membunuh Qassem Soleimani," kata Pentagon dalam sebuah pernyataan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mereka menambahkan Soleimani aktif membuat rencana untuk menyerang para diplomat Amerika dan personel di Irak. "Jenderal Soleimani dan Pasukan Quds-nya bertanggung jawab atas kematian ratusan anggota pasukan Amerika dan koalisi, dan melukai ribuan lainnya," tambah mereka.
 
Setelah kematian Soleimani, Trump mengunggah tweet gambar bendera AS tanpa penjelasan lebih lanjut.
 
Televisi Pemerintah Iran juga mengonfirmasi kematian Soleimani. Mengutip pernyataan Pengawal Revolusi yang mengatakan dia 'mati syahid' dalam serangan helikopter AS di dekat bandara, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
 
Serangan itu terjadi di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat setelah serangan Malam Tahun Baru oleh milisi yang didukung Iran di kedutaan AS di Baghdad. Serangan kedutaan itu mendorong Trump untuk memerintahkan sekitar 750 tentara AS yang dikerahkan ke Timur Tengah.
 
Serangan ini juga membuat Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo untuk menunda perjalanannya ke Ukraina dan empat negara lain.
 
"Pembatalan perjalanannua guna memantau situasi yang sedang berlangsung di Irak dan memastikan keselamatan dan keamanan orang Amerika di Timur Tengah," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Morgan Ortagus.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif