Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Pengacara Khusus Robert Mueller. (Foto: AFP/Getty)
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Pengacara Khusus Robert Mueller. (Foto: AFP/Getty)

Mueller Serahkan Laporan Dugaan Kolusi Trump dengan Rusia

Internasional amerika serikat donald trump
Willy Haryono • 23 Maret 2019 09:31
Washington: Pengacara Khusus Robert Mueller telah menyerahkan laporan yang sudah lama dinanti banyak orang terkait dugaan adanya kolusi antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Rusia saat masa kampanye pemilihan umum 2016.
 
Jaksa Agung William Barr akan menyimpulkan laporan Mueller, dan memutuskan seberapa banyak dari konten tersebut yang bisa dibagikan kepada Kongres AS. Seorang pejabat di Kementerian Hukum AS mengatakan laporan Mueller tidak merekomendasikan adanya dakwaan lebih lanjut.
 
Mueller telah melayangkan dakwaan kepada enam mantan ajudan Trump dan juga sejumlah warga Rusia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Barr telah menuliskan surat ke para petinggi Kongres AS bahwa dirinya akan menginformasikan beberapa poin dalam laporan Mueller pada akhir pekan ini. Laporan itu berisi berbagai keputusan penuntutan yang dilakukan Mueller dalam 22 bulan terakhir, sejak dirinya ditunjuk oleh Wakil Jaksa Agung AS Rod Rosenstein.
 
Trump dan sejumlah petinggi Partai Republik berulang kali menyebut investigasi Mueller sebagai "witch hunt" atau perburuan terhadap orang-orang tertentu secara acak.
 
"Saya akan berkonsultasi dengan Wakil Jaksa Agung Rosenstein dan Mueller untuk menentukan informasi apa saja di laporan itu yang dapat dirilis kepada Kongres dan juga publik," ucap Barr, seperti dilansir dari laman BBC, Sabtu 23 Maret 2019.
 
"Dan saya juga berkomitmen penuh menjaga transparansi serta akan menginformasikan kalian semua mengenai laporan ini," lanjut dia.
 
Dalam 22 bulan terakhir, Mueller telah memperlihatkan bahwa sejumlah agen Rusia diduga mendapatkan informasi mengenai pemilu AS untuk memengaruhi masyarakat Negeri Paman Sam, mendanai beberapa aktivitas politik. Para agen itu juga diduga meretas surat elektronik beberapa petinggi Partai Demokrat untuk mengganggu kampanye Hillary Clinton.
 
Mueller juga menginvestigasi apakah Trump menghalangi proses hukum dengan memecat Direktur Badan Investigasi Federal James Comey. Trump telah berulang kali mengatakan "tidak ada kolusi" dan "tidak ada menghalang-halangi proses hukum."
 
Trump tidak pernah sepakat melakukan wawancara dengan tim Mueller sepanjang investigasi. Namun para pengacaranya memberikan jawaban tertulis mengenai sejumlah pertanyaan dari tim Mueller.
 
Baca:Trump Sebut Investigasi Dugaan Intervensi Rusia Omong Kosong
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif