Puing dari bangunan yang hancur terkena serangan udara Israel di Jalur Gaza, 13 November 2018. (Foto: AFP/MAHMUD HAMS)
Puing dari bangunan yang hancur terkena serangan udara Israel di Jalur Gaza, 13 November 2018. (Foto: AFP/MAHMUD HAMS)

DK PBB Bahas Kekerasan di Gaza

Internasional palestina israel hamas
Willy Haryono • 14 November 2018 09:20
New York: Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menggelar pertemuan tertutup, Selasa 13 November 2018, dan mendiskusikan meningkatnya kekerasan di area sekitar perbatasan Jalur Gaza dan Israel. Pertemuan digagas Bolivia, dan Kuwait hadir mewakili negara-negara Arab.
 
Berbicara kepada awak media usai pertemuan selama 50 menit, seperti dilansir dari media AFP, Duta Besar Palestina Riyad Mansour mengatakan DK PBB "lumpuh" dan "gagal menjalankan tanggung jawab untuk mengambil aksi nyata dalam mengakhiri kekerasan."
 
"Ada satu negara yang tidak mengizinkan berlangsungnya diskusi di DK PBB," lanjut dia, merujuk pada Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump yang mengambil kebijakan pro Israel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tidak ada pernyataan resmi dari DK PBB usai pertemuan. Pernyataan akan keluar jika konsensus disepakati seluruh anggota DK PBB yang berjumlah 15 negara.
 
Dubes Kuwait Mansour al-Otaibi mengatakan mayoritas anggota dewan berpandangan bahwa PBB harus "melakukan sesuatu," salah satunya mengunjungi kawasan Gaza dan Israel. Namun hingga pertemuan berakhir, tidak ada keputusan apapun.
 
Sejumlah kelompok di Palestina, termasuk Hamas yang menguasai Jalur Gaza, sebelumnya pernah mengeluarkan pernyataan terkait gencatan senjata dengan Israel yang dimediasi Mesir. Hamas dan kelompok lainnya bersedia tunduk pada gencatan senjata, selama Israel juga melakukan hal yang sama. 
 
Namun hingga saat ini, belum ada respons dari Israel terkait pernyataan Hamas. Dubes Israel Danny Danon pernah berkata negaranya tidak akan "menerima agar kedua kubu menahan diri. Ia menyalahkan meningkatnya aksi kekerasan terbaru ini sepenuhnya ke kubu Palestina.
 
Tujuh warga Palestina tewas dalam serangan Israel, yang disebutnya sebagai respons atas peluncuran sejumlah roket dari Gaza. Kekerasan terbaru ini dipicu operasi pasukan khusus Israel di Gaza pada Minggu 11 November yang berujung korban jiwa. 
 
Hamas geram dan bertekad membalas dendam dengan meluncurkan serangkaian roket ke Israel. Satu orang dilaporkan tewas akibat serangan roket tersebut.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif