Menlu RI Retno Marsudi di Markas DK PBB, AS. (Foto: Dok. Kemlu RI)
Menlu RI Retno Marsudi di Markas DK PBB, AS. (Foto: Dok. Kemlu RI)

Tiga Poin Penting Indonesia untuk Situasi Palestina

Internasional dk pbb palestina israel
Sonya Michaella • 23 Mei 2019 10:27
New York: Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memimpin rapat mengenai situasi di Timur tengah dalam kapasitas sebagai Presiden Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa selama bulan Mei 2019.
 
"Konflik berkepanjangan di Timur Tengah memiliki dampak bagi perdamaian dan stabilitas kawasan dan global. Dewan Keamanan PBB harus dapat menghasilkan progres riil dalam penyelesaian isu Timur Tengah, khususnya Palestina," kata Menlu Retno, Kamis 23 Mei 2019.
 
Rapat ini ditujukan untuk mendapatkan informasi mengenai situasi terkini di Timur Tengah, termasuk isu Palestina, Suriah, dan Yaman. Melalui video conference, perkembangan terakhir di Timur Tengah disampaikan oleh Koordinator Khusus United Nations Special Coordinator for the Middle East Peace Process (UNSCO), Nickolay Mladenov, dan Commissioner-General United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA), Pierre Krähenbühl.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menlu Retno menyampaikan bahwa sejak pertemuan yang sama bulan Januari lalu, situasi di Timur Tengah, khususnya di Palestina bukan membaik, namun memburuk. Terjadinya kekerasan baru pada awal bulan Mei, ditutupnya sementara kehadiran organisasi internasional di Hebron, dan terus berkembangnya pemukiman ilegal di tanah Palestina, terus memperburuk situasi kemanusiaan di Palestina.
 
Baca:Indonesia Menjadi Tumpuan Perjuangan Palestina
 
Tiga hal penting yang disampaikan Menlu Retno adalah pentingnya memberikan perlindungan bagi penduduk sipil Palestina, langkah konkret yang harus segera diambil untuk mengatasi situasi kemanusiaan di Palestina dan proses perdamaian harus dimulai kembali.
 
"Laporan komisi independen awal tahun ini, menekankan banyaknya pelanggaran HAM oleh negara penduduk, termasuk kekerasan terhadap media dan pekerja kehesatan di Palestina," ucapnya.
 
Selain itu, dia menegaskan upaya untuk memperbaiki situasi ekonomi dan sosial masyarakat Palestina menjadi penting. Indonesia menghargai berbagai program UNWRA dalam memperbaiki situasi kemanusiaan rakyat Palestina dan kesiapan Indonesia untuk terus mendukung.
 
"Terakhir, perspektif baru dalam proses perdamaian bukan berarti mengabaikan parameter internasional yang berlaku. Bagi Indonesia, tidak terdapat alternatif lainnya selain Solusi Dua Negara," tutupnya.
 
Baca: Bantuan Ramadan Rakyat Indonesia Menembus Gaza
 
Selain isu Palestina, Menlu Retno juga menekankan situasi keamanan di Timur Tengah akan mempengaruhi situasi keamanan global. Untuk itu penting bagi Dewan Keamanan PBB untuk memastikan adanya progres konkret.
 
Dipimpinnya pertemuan oleh Menlu Retno ini menunjukkan komitmen Indonesia terhadap proses perdamaian di Timur Tengah, khususnya isu perdamaian di Palestina. Sebagai salah satu isu prioritas selama keanggotaan Indonesia di DK PBB, perjuangan rakyat Palestina selalu secara konsisten disuarakan oleh Indonesia.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif