Presiden Nicolas Maduro bersama Menhan Vladimir Padrino berjalan bersama personel militer di Cojedes, 4 Mei 2019. (Foto: Venezuelan Presidency/AFP / HO)
Presiden Nicolas Maduro bersama Menhan Vladimir Padrino berjalan bersama personel militer di Cojedes, 4 Mei 2019. (Foto: Venezuelan Presidency/AFP / HO)

Maduro Minta Militer Bersiap Hadapi Ancaman Intervensi AS

Internasional konflik venezuela venezuela
Arpan Rahman • 05 Mei 2019 15:13
Caracas: Presiden Venezuela Nicolas Maduro meminta pasukannya untuk "bersiap" menghadapi kemungkinan adanya intervensi militer dari Amerika Serikat. Seruan dilontarkan Maduro saat kubu oposisi mendatangi sejumlah barak militer untuk mendapatkan dukungan dari angkatan bersenjata.
 
Selama ini, Maduro menuduh pemerintah AS mencoba mendorong terjadinya kudeta terhadap dirinya. Ia menuding AS menggunakan tokoh oposisi Juan Guaido untuk mendepaknya dari kursi kepresidenan.
 
"Bersiaplah untuk mempertahankan negara dengan senjata di tangan kalian, jika suatu hari kekaisaran AS berani menginjakkan kaki di wilayah ini, di tanah suci ini," tegas Maduro, dilansir dari laman AFP, Minggu 5 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


AS menolak mengeliminasi opsi intervensi militer terkait krisis di Venezuela. Namun sejauh ini, langkah AS terhadap Venezuela baru terbatas pada peningkatan sanksi ekonomi.
 
Bulan lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menegaskan intervensi militer ke Venezuela masih merupakan salah satu opsi yang dipertimbangkan Presiden Donald Trump.
 
Pada Sabtu 4 Mei, Pompeo mengeluarkan sebuah video yang berisi seruan kepada masyarakat Venezuela. "waktunya untuk transisi (pemerintahan) adalah sekarang," ucap Pompeo di video tersebut.
 
Guaido mengalami kemunduran dalam usahanya untuk menjatuhkan Maduro, Kemunduran itu terlihat dari rendahnya tingkat partisipasi warga dalam unjuk rasa yang digelar pada Sabtu 4 Mei. Dalam aksi saat itu, jumlah orang yang mengikuti seruan Guaido hanya di kisaran ratusan, bukan ribuan.
 
Konflik politik terbaru di Venezuela dimulai sejak Januari lalu, saat Guaido mendeklarasikan diri sebagai presiden interim pengganti Maduro. Guaido menilai kepemimpinan periode kedua Maduro tidak sah karena pemilu tidak diikuti banyak tokoh -- sebagian dipenjara, sisanya dilarang berpartisipasi.
 
Namun Maduro masih kokoh di kursi kepresidenan, karena dirinya masih didukung mayoritas elemen militer Venezuela, Ia juga didukung beberapa negara besar, termasuk Rusia dan Tiongkok.
 
Sementara itu saat Maduro sedang mempersiapkan kekuatan militer dalam menghadapi kemungkinan invasi AS, sebuah helikopter dilaporkan jatuh di dekat Caracas. Kecelakaan tersebut menewaskan tujuh orang.
 
Baca:Helikopter Militer Jatuh di Dekat Caracas, 7 Orang Tewas

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif