Menlu Iran Muhammad Javad Zarif di Teheran, 10 Juni 2019. (Foto: AFP/ATTA KENARE)
Menlu Iran Muhammad Javad Zarif di Teheran, 10 Juni 2019. (Foto: AFP/ATTA KENARE)

Ikuti Ucapan Trump, Iran Sebut AS 'Bermain dengan Api'

Internasional nuklir iran as-iran
Willy Haryono • 16 Juli 2019 11:16
New York: Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyebut Amerika Serikat saat ini sedang "bermain dengan api." Pernyataan tersebut sama persis dengan yang pernah diucapkan Presiden AS Donald Trump terhadap Iran mengenai perjanjian nuklir 2015.
 
Trump menarik Washington dari perjanjian nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) tahun lalu, dan kembali menjatuhkan rangkaian sanksi kepada Teheran. Iran membalas dengan mengumumkan rencana meningkatkan persediaan dan pengayaan uranium -- bahan baku yang dapat digunakan untuk pembangkit listrik atau membuat bom atom.
 
Baca:Trump Sebut Iran 'Bermain dengan Api' Terkait Nuklir

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketegangan terus meningkat sejak AS menarik diri dari JCPOA. Konflik terbuka sempat hampir terjadi usai Iran menembak jatuh sebuah pesawat tanpa awak atau drone milik AS. Namun, Trump membatalkan serangan balasan terhadap Iran, sekitar 10 menit sebelum dieksekusi.
 
"Saat ini saya rasa Amerika Serikat sedang bermain dengan api," tutur Zarif kepada kantor berita NBC News.
 
Mengenai uranium, Zarif mengakui bahwa Iran memang berniat meningkatkan pengayaan dari batasan 3,67 persen yang diatuh dalam JCPOA. Ia menegaskan langkah ini diambil sebagai respons terhadap sanksi ekonomi AS.
 
"Tapi semua ini bisa saja dibatalkan dalam hitungan jam," sebut Zarif, merujuk pada pengayaan uranium. "Kami tidak berniat mengembangkan senjata nuklir. Kalau memang kami berniat ke arah sana, kami sudah melakukannya sejak dahulu kala," ungkapnya.
 
Pernyataan tersebut muncul saat AS membatasi gerak Zarif dalam kunjungannya ke Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan Washington melarang Zarif bergerak melampaui enam blok dari Kedutaan Besar Iran di Manhattan.
 
"Diplomat AS tidak banyak berlalu-lalang di Teheran, sehingga diplomat Iran pun tidak seharusnya begitu di New York," kata Pompeo kepada The Washington Post.
 
Sebelumnya, Gedung Putih telah menegaskan bahwa "Amerika Serikat dan negara-negara mitra tidak akan membiarkan Iran mengembangkan senjata nuklir."
 
"Membiarkan Iran menambah pasokan Uranium adalah sebuah pelanggaran perjanjian nuklir," tegas juru bicara Gedung Putih Stephanie Grisham.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif