Kepala Komando Selatan AS Laksamana Craig Faller (kanan) dalam konferensi pers di Miami, AS, 20 Februari 2019. (Foto: RHONA WISE/AFP)
Kepala Komando Selatan AS Laksamana Craig Faller (kanan) dalam konferensi pers di Miami, AS, 20 Februari 2019. (Foto: RHONA WISE/AFP)

Angkatan Laut AS Siap Hadapi Venezuela

Internasional amerika serikat konflik venezuela venezuela
Willy Haryono • 20 Agustus 2019 09:45
Rio de Janeiro: Angkatan Laut Amerika Serikat mengaku siap "melakukan hal yang harus dilakukan" terkait isu Venezuela. Pernyataan disampaikan Kepala Komando Selatan AS Laksamana Craig Faller saat dirinya sedang berada di Rio de Janeiro, Brasil, Senin 19 Agustus.
 
Faller berada di Brasil untuk memulai latihan maritim gabungan UNITAS yang melibatkan sembilan negara Amerika Latin beserta Inggris, Portugal dan Jepang.
 
"Saya tidak akan memaparkan detail rencana, tapi kami siap mengimplementasikan kebijakan apapun," kata Faller kepada awak media, dilansir dari AFP, Selasa 20 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami adalah Angkatan Laut terkuat di dunia. Jika kebijakan (pemerintah AS) adalah mengirim AL, maka saya yakin kami dapat melakukan apa yang harus dilakukan," lanjut dia.
 
Latihan militer UNITAS akan digelar selama dua pekan. Faller mengatakan latihan ini merupakan sebuah pesan kepada Presiden Venezuela Nicolas Maduro. "Latihan militer dapat memperlihatkan kepada dunia bahwa demokrasi dapat digunakan untuk bekerja sama dan menghadapi ancaman apapun," tegas Faller.
 
Pernyataan Faller muncul beberapa pekan usai Presiden AS Donald Trump mengaku mempertimbangkan "blokade atau karantina" terhadap Venezuela.
 
Bulan ini Trump telah meningkatkan sanksi ekonomi terhadap Venezuela, dengan memerintahkan pembekuan seluruh aset Caracas yang ada di Negeri Paman Sam. Lewat sanksi ini, semua negara dilarang bertransaksi dengan pemerintah Venezuela.
 
Baca:AS Ancam Perusahaan yang Berani Berbisnis dengan Venezuela
 
"Fokus pemerintah AS adalah menekan rezim tidak sah demi memastikan terjadinya transisi ke pemerintahan demokratis," tutur Faller, merujuk pada pemerintah Maduro.
 
"Bagian dari fokus kami adalah memastikan bantuan kemanusiaan diizinkan masuk (Venezuela) dan dibagikan kepada mereka yang membutuhkan," sambungnya.
 
AS adalah satu dari sekitar 50 negara yang mengakui tokoh oposisi Venezuela Juan Guaido sebagai presiden interim pengganti Maduro. Guaido mendeklarasikan diri menjadi presiden interim pada Januari lalu, usai menuduh kemenangan Maduro dalam pemilihan umum tidak sah karena banyak tokoh tidak dapat berpartisipasi.
 
Venezuela sedang mengalami salah satu krisis ekonomi terburuk dalam sejarah negara tersebut. Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangasa (PBB), sekitar seperempat dari total 30 juta warga Venezuela membutuhkan bantuan.
 
Jutaan warga Venezuela telah pergi dan mencari kehidupan yang lebih baik di beberapa negara tetangga, termasuk Brasil.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif